Beranda Headline Konsolidasi Bareng PKB dan Gerindra, Poros Juang: Kami Ini Sudah Mahal

Konsolidasi Bareng PKB dan Gerindra, Poros Juang: Kami Ini Sudah Mahal

Disoal apakah kemudian, pertemuan dengan PKB dan Gerindra malam hari ini adalah bentuk upaya Poros Juang meningkatkan harga tawar di hadapan calon bupati petahana dari Partai Demokrat, kompak mereka pun menjawab tidak.

“Kami ini sudah mahal ya, dengan 11 kursi Poros Juang,” kata Pipik.

“Dan suatu kehormatan, Kang Jimmy meminta bertemu dengan poros Juang, Kang Jimmy ini adalah yang calon yang pertama kali meminta silaturahmi dengan poros Juang, sementara dengan Cellica kita terbuka, tapi dia tidak meminta, dan Kang Jimmy juga mempersilahkan kita berkomunikasi dengan siapapun,” jelasnya lagi.

Kembali Pipik menegaskan, sejauh ini pihaknya belum pernah diminta oleh DPC Partai Demokrat Karawang untuk melakukan pertemuan secara politik. Padahal diakuinya, Poros Juang itu tidak pernah menutup diri bagi Bakal Calon mana pun. Terlebih, dengan bermodal sebelas kursi di legislatif itu merupakan kekuatan Poros Juang yang sangat luar biasa bahkan dihormati oleh DPC PKB Karawang.

“Kami Poros Juang sebelas kursi, dengan PKB tujuh kursi, kemudian ada Partai Gerindra delapan kursi, maka total dua puluh enam kursi. Sebelas kursi saja sudah luar biasa apalagi dua puluh enam,” tegasnya menandaskan.

Sementara itu Kang Jimmy mengatakan pihaknya meminta Partai Gerindra memfasilitasi pertemuan dengan Poros Juang.

Pasalnya, ia menilai kekuatan Poros Juang ini sangat luar biasa solid. Maka ketika ada Bakal Calon Bupati Karawang yang menganggap remeh Poros Juang, tinggal menunggu kekalahannya saja.

“Dalam silaturahmi kali ini membahas semua Bakal Calon, tidak hanya saya saja, tetapi Bakal Calon lain juga dibahas. Namun, Saya tetap optimis menjadi Bakal Calon Bupati yang diusung Poros Juang Kebangkitan Indonesia Raya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Ajang Sopandi, SH. mengatakan, pihaknya menyerahkan semua keputusan kepada DPP Partai Gerindra.

Karenanya, siapapun nanti yang direkomendasi oleh DPP tentu wajib didukung dan diperjuangkan. Meski diakuinya, sempat menjadi polemik dukungan di internal partai, hanya kepada Gina Fadlia Swara jika sebagai Karawang 1 bukan Karawang 2, lantaran dipicu gengsi suara terbanyak saat Pemilihan Legislatif 2019 lalu.

“Kalau nanti DPP Partai Gerindra tidak merekomendasi sebagai Bakal Calon Bupati tetapi sebagai Bakal Calon Wakil Bupati, Kita tidak bisa apa-apa,” pungkasnya. (nna/kie)

1
2
Artikel sebelumnyaPuskesmas Kota Addendum Lagi, Kadinkes: Progres Sudah 90 Persen Lebih
Artikel selanjutnyaSegel Satpol PP Raib, BPMPTSP Purwakarta Bakal Panggil CV Solvie