Beranda Regional Kuliah Sambil Kerja, Raih Gelar Wisudawan Terbaik IPK 3,96

Kuliah Sambil Kerja, Raih Gelar Wisudawan Terbaik IPK 3,96

Wisuda online yang diselenggarakan universitas Singaperbangsa Karawang untuk angkatan tahun 2020/2021 baru terlaksana di bulan Maret 2021. Dikarenakan pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini.

Prosesi Wisuda secara virtual dipilih sebagai cara efektif memutus penularan virus Corona, wisudawan gelombang pertama angkatan 2020/2021 dari 11 fakultas di universitas Singaperbangsa Karawang.

Kisah inspirasi datang dari perjuangan mahasiswi untuk mendapatkan gelar sarjana, yaitu Nurhayati fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, program studi ilmu komunikasi. Diberi kesempatan untuk hadir secara langsung dengan kedua orang tuanya dan diberi ucapan langsung oleh rektor universitas Singaperbangsa Sri Mulyani.

Nurhayati yang biasa dipanggil Noy ini, mendapatkan predikat lulus cumlaude dengan gelar wisudawan terbaik, dan lulus tepat waktu memperoleh IPK 3,96 lulus dengan IPK tertinggi di angkatan gelombang pertama wisuda 2020/2021. Dengan judul skripsi “strategi komunikasi melalui Instagram dalam pembentukan citra lembaga pemasyarakatan kelas II A karawang”

Perlu Diketahui, Noy adalah tiga dari wisudawan terbaik mewakili jenjang S1 yang dipilih oleh Unsika untuk hadir langsung di gedung opon, dua wisudawan terbaik yaitu Jihan yang mewakili jenjang S2 dan Esti yang mewakili jenjang D3. Berdasarkan Kriteria lulus tercepat dan IPK tertinggi.

Noy sendiri bekerja di salah satu media lokal Karawang untuk memenuhi biaya kuliahnya, bahkan ia sempat menunda kuliah 1 tahun untuk mengumpulkan biaya kuliah di PTN UNSIKA.

Masuk tahun 2016 melalui SBMPTN, semasa kuliah dirinya sering masuk semua angkatan kelas untuk mengejar waktu dan menyesuaikan jadwal antara pekerjaan dan jadwal kuliah. Tidak mudah bagi noy mengatur waktu agar bisa mengikuti jadwal kuliah yang diberikan kampus, namun ia menyiasatinya dengan masuk kelas lain. Semua kelas sudah ia masuki untuk bisa mendapatkan absensi dan nilai dari dosen.

Sempat ada dosen yang tidak setuju karena noy dulu semasa kuliah sering ganti-ganti kelas, namun seiring berjalannya waktu noy menunjukan bahwa dirinya mampu bersaing walaupun berada dalam kelas yang berbeda-beda setiap jadwal kuliah.

“Kendala itu pasti ada, rasa sakit hati, kecewa air mata pasti ada perjuangan yang sekarang Alhamdulillah bisa terbayar” ucap noy.

“Aku kan kelas A jadwalnya biasa ikut kelas asli, tapi karena kerja mesti ganti kelas yang berbeda, aku gak bisa korbankan pekerjaan karena dapat uang dari kerja untuk biaya kuliah, ya udah aku banyak pindah-pindah kelas semasa kuliah” ucap noy.

Noy berharap dengan gelar wisudawan terbaik bisa jadi motivasi untuk diri sendiri dan juga para pejuang sarjana, karena biaya bukan alasan untuk berhenti mengejar mimpi. (red)

Artikel sebelumnyaSMB Bekasi Hadirkan Event Program Coffe Time
Artikel selanjutnyaJajaran Direksi dan Dewas BPJAMSOSTEK Tandatangani Pakta Integritas