Beranda Bekasi LSPR Kota Bekasi Gelar Festival Teater Tahunan

LSPR Kota Bekasi Gelar Festival Teater Tahunan

KOTA BEKASI, TVBERITA.CO.ID – Untuk turut mensukseskan acara tahunan festival teater yang diselenggarakan oleh London School of Publik Relation (LSPR) Communication & Business Institute, bertempat di LSPR Transpark Bekasi kelas 23-3 TP menampilkan teater berjudul Sri Tanjung legenda Banyuwangi.

Teater ini menceritakan tentang kerajaan Sindurejo yang diatur oleh raja Sulakrama; raja yang dapat berbuat apapun sesuai keinginan dirinya. Namun suatu hari, penduduk disekitar kerajaan ini terinfeksi penyakit aneh yang membuat sang raja tidak bisa duduk diam saja. Akhirnya, raja Sulakrama pun memberi perintah kepada wakil kerajaannya Sidapaksa untuk mencari daun emas yang dapat mengobati penduduknya.

“Kembalinya ke kerajaan Sidapaksa membawa wanita cantik bernama Sri Tanjung dan bersama dengan dua temannya yang memberitahu kalau hanya dengan tangan wanita itu obatnya dapat bekerja dengan baik. Sri tanjung dan Sidapaksa pun akhirnya saling jatuh cinta dan memutuskan untuk meminta izin kepada raja yang ternyata juga menyukai Sri Tanjung karena kecantikannya,” ujar pimpinan produksi Teater Catherine olivia kepada tvberita, Senin (10/02/20).

Pada malam hari setelah pernikahan mereka, raja pun memerintahkan Danang untuk memberikan surat yang harus dikirimkan Sidapaksa ke Swargaloka dan bertemu Dewi, surat itu berisikan bahwa orang yang membawa surat itu akan menghancurkan Swargaloka. Sidapaksa yang tidak tahu apa-apa pun akhirnya mendapatkan hukuman dari Dewi, tapi setelah Sidapaksa berkata sumpah atas nama Pandawa, wakil-wakil Dewi mengerti bahwa ada kesalahpahaman dan memberitahu Dewi mengenai kelicikan raja Sulakrama.

“Sidapaksa pun dapat kembali setelah disembuhkan oleh Dewi dan mendapatkan Sri tanjung yang sedang berdua dengan raja Sulakrama, raja berkata bahwa Sri Tanjung berusaha selingkuh dari Sidapaksa yang membuat Sidapaksa sangat marah mengetahui akan hal itu,” lanjutnya.

Sri Tanjung pun ingin meyakinkan kebenarannya dengan cara bunuh diri, yang jika darah yang keluar dari dirinya maka Sri Tanjung berbohong dan kalau yang keluar dari tubuhnya merupakan air yang wangi maka Sri Tanjung tidak berbohong sama sekali, dan dengan cepat Sri Tanjung menusuk dirinya sendiri yang membuat Sidapaksa menyesali perbuatannya karena percaya kepada raja.

“Sidapaksa akhirnya juga membunuh raja karena ia telah kehilangan istri yang sangat ia cinta dan mengambil alih kerajaan untuk masa depan kerajaan yang lebih baik,” jelasnya. (ais/kie)