Beranda Karawang Marak Penipuan Undangan Bermodus File APK di WhatsApp, Warga Karawang Diminta Hati-hati

Marak Penipuan Undangan Bermodus File APK di WhatsApp, Warga Karawang Diminta Hati-hati

Penipuan undangan file apk
Tangkapan layar penipuan undangan digital berkedok file APK.

KARAWANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang membagikan tips mengidentifikasi penipuan siber undangan berkedok file APK di WhatsApp, khususnya bagi pengguna android.

Subkoordinator Kelompok Substansi Tata Kelola Persandian dan Keamaan Informasi Diskominfo Karawang, Rahmat menyampaikan, di era digital kini kejahatan siber marak terjadi.

Meskipun jumlah kejahatannya tidak terdata, pihaknya yakin jumlah korban penipuan online sangat banyak.

“Sekarang kebanyakan mengirimkan file APK. Jadi si penjahat siber ini mengirimkan suatu file yang seakan-akan menyaru layanan tertentu contoh kurir paket, undangan pernikahan, modus tilang elektronik hingga cek lokasi,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis, 23 November 2023.

Ia menjelaskan, penipuan undangan bermodus file APK ini hanya berjalan di HP android. Maka itu, warga diminta lebih teliti, jangan membuka file sembarangan khususnya dari orang yang tidak dikenal.

Berhubung APK ini adalah file yang hanya bisa dijalankan melalui android, Rahmat menerangkan, file tersebut tidak akan berjalan ketika dibuka ditempat selain android.

“Bisa dicoba, buka aja dikomputer windows. File APK tidak akan berjalan dan gak akan kelihatan format ikonnya apa, misal di android muncul pdf, di komputer gak bakal muncul bentuk pdfnya,” terangnya.

Ia memaparkan, selain bentuk file apk, masyarakat juga harap berhati-hati terhadap penipuan berbentuk link. Cara mengidentifikasinya, bisa dipastikan melalui domain yang tertera pada link.

“Pertama, pastikan pengirimnya siapa. Verifikasi dengan cara cek domain. Kalo ujungnya .com, itu kepunyaan perusahaan komersil. Kalo co.id itu corporate juga dilingkungan Indonesia. Sedangkan domain go.id adalah milih pemerintah,” paparnya.

“Kalo penipuan itu, link domainnya ngacak. Tidak .com, co.id, tidak go.id. biasanya didapat secara gratis, domain ujungnya xzy, abc misal,” pungkasnya. (*)