Beranda Regional Maraknya Peredaran Narkotika, Pengamat Hukum Ubhara Angkat Bicara

Maraknya Peredaran Narkotika, Pengamat Hukum Ubhara Angkat Bicara

KOTA BEKASI – Maraknya peredaran Narkotika di kalangan generasi muda ditengah pandemi, Pengamat Hukum dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Slamet Prihadi,SH,MH angkat bicara dalam mengatasi Narkoba itu tidak bisa ditangani sendiri dan harus ada kerja bersamaan, yaitu soal pencegahan terhadap orang – orang yang belum terjamah dan terdekati. Kedua adalah pengobatan, khusus atau rehabilitasi pemulihan terhadap orang-orang yang sudah menggunakan obat terlarang itu,sehingga mengalami ketergantungan terhadap peredaran gelap, yaitu mafia-mafia narkotik.

“tiga- tiganya harus berkerja bersamaan, tidak bisa saling mengandalkan, kalau mengandalkan referesif, penyitaanya yang masif, penangkapan yang massif, jumlah – jumlah penangkapan yang masif, dan penahanan yang massif tidak berbanding lurus dengan pencegahan dan pemulihan itu tidak artinya,” ungkap Slamet Prihadi saat dikonfirmasi Tvberita, Rabu (23/6/21),

Kenapa pencegahan dan pemulihan itu penting, orang yang belum terpapar, itu jangan sampai terkena atau mengenalinya . jika orang itu suda kecanduan itu harus di obati dipulihkan, kalau tidak di obati melalui panti rehabilitas, kebutuhan dia akan meningkat terus,

“sehingga menyebabkan akan mencari lagi di pasar gelap, seperti mafia, kurir, Bandar, dan itu tidak bisa dihilangkan kalau sudah kecanduan, karena hal itu sama saja kita butuh makan setiap hari. Oleh karena itu, pencegahan, pengobatan, pecandu dan pemberantasan , tidaknya harus seimbang,” jelasnya

Pandangan pengamat hukum, saat ini anak muda, mahasiswa dan siswa/siswi tingkat SMA,SMK,SMP,SD sedang jenuh daa bosan, karena belajar daring trus. Tentunya ini harus dibina secara intensif, jangan sampai mereka didekati oleh para kurir narkoba,

“Perlunya pendampingan, motivasi dari orangtua dan keluarga ,jangan sampai didekati dari pergaulan bebas dengan teman-temannya diluar rumah , jangan sampai didekati dan mengenal narkotika, karena kalau sudah kecanduan, maka ketergantungannya akan sangat berat,” papar Slamet

Apalagi saat ini generasi milenial sedang galau karena belajar daring terus , belajar ofline kurang, maka pengaruhnya, seperti kuliah daring itu menggunakan hapenya tapi tidak dirumah, di jalan atau dimana, kemudian videonya dimatikan . ini harus hati – hati kepada para orangtua , para penggiat-penggiat Narkotika.

“saat ini masih kondisi pandemi ,saat -saat masyarakat sedang fokus terhadap Covid 19 yang diperkirakan meningkat kembali . harus lebih exstra hati- hati terhadp peredaran gelap penyalahgunaan Narkotika. Kalau lengah, maka kesempatan itu akan masuk bagi para pebisnis Narkotika merajalela, apa lagi saat ini banyak masyarakat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) efek dari pandemi,” pesan Slamet kepada masyarakat (ais).

Artikel sebelumnyaKota Bekasi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Sosialisasi RBA
Artikel selanjutnyaMenkeu Sri; Perempuan Cerdas Mampu Melihat Fenomena di Sekitar