Beranda Headline Masuk Tahap Tes Tulis, DPMD : Rp 5,3 Miliar untuk Pilkades

Masuk Tahap Tes Tulis, DPMD : Rp 5,3 Miliar untuk Pilkades

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Karawang, mulai berjalan.

Anggaran sebesar Rp. 5,3 Miliar pun telah dikucurkan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang demi lancarnya pelaksanaan Pilkades tersebut.

Dan Saat ini Panitia Pilkades dari beberapa kecamatan tengah menjalankan tes bagi para bakal calon (Bacalon) Kades tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Karawang, Ade Sudiana mengatakan saat ini pihaknya sedang menjalankan tahapan Pilkades yang bakal digelar dibulan Februari nanti. Tahap yang sedang dilakukan yaitu tes bagi para Bacalon Kades.

“Dari 22 kecamatan ada sekitar 45 Desa yang terdiri dari 180 orang bacalon yang mengikuti tes tulis,” kata Ade mengungkapkan kepada Tvberita.co.id saat ditemui disela- sela kegiatan Tes Tulis yang berlangsung di SMPN I Karawang, Selasa (7/1).

Lebih lanjut diungkapkan Ade, mereka yang mengikuti tes dinilai telah memenuhi persyaratan admintrasi dan sudah ditetapkan oleh panitia Pilkades.

Untuk petahana sendiri (mantan kepala desa) yang mencalonkan kembali ada sekitar 31 orang, dengan bacalon usia paling tua yakni 70 tahun dan termuda 26 tahun.

Menurutnya, Panitia Sebelas lah nanti yang akan menetapkan minimal 2 orang maksimal 5 orang, bacalon Kades yang lulus seleksi,” jelas Ade.

Disoal keterkaitan keterwakilan perempuan di Pilkades ini, Ade menuturkan bukanlah suatu kewajiban, dan hanya berdasarkan yang mencalonkan saja

“Keterwakilan perempuan, ya berdasarkan yang daftar saja,” imbuhnya.

Ia mengulas, dalam mempersiapkan materi ujian tes tulis ini, pihaknya bekerja sama dengan akademisi. Dengan seluruh soalnya terkait tentang pemerintahan desa dan regulasinya.

“Untuk hasilnya akan diumukan di dinas dan disampaikan ke panitia sebelas,” pungkasnya.

Ditemui ditempat yang sama, Tim akademisi penanggungjawab tes tulis Bacalon Kades, Muhammad Gary Gagarin, SH. MH., mengatakan pihaknya mempersiapkan, sebanyak 100 soal dengan waktu 100 menit yang harus dikerjakan oleh setiap bacalon.

Dari 100 soal tersebut terdiri dari 50 soal pertanyaan pilhan Benar atau Salah dan 50 soal pertanyaan pilihan ganda. Dengan materi pertanyaan seputar tentang Keagaamaan, UU Desa, Pancasila dan pemerintahan desa.

“kami memiliki 18 orang pengagas dengan tim koreksi sebanyak 6 orang,” sebutnya.

Terkait hasil, Gary menjelaskan pihaknya hanya melakukan koreksi saja. Tidak ada ranking atau menetapkan lolos atau tidaknya.

“Tidak ada ranking, kami hanya menyerahkan hasil koreksi kami kemudian langsung kepada Dinas PMD yang nantinya pihak dinaslah yang akan menyerahkan kepada panitia tingkat desa,” ungkapnya menjelaskan.

Menurut Gary, pihaknya tidak berwenang menentukan lulus atau tidaknya. Karena yang akan memutuskan nantinya adalah panitia desa, meski diakuinya hasil tes tulis ini nantinya akan mempengaruhi. (nna/dhi)