Beranda Regional Masyarakat Jabar Siap beralih ke TV Digital

Masyarakat Jabar Siap beralih ke TV Digital

Era Televisi digital di Indonesia mulai memasuki tahapan siaran simulcast sebelum siaran TV analog dimatikan secara bertahap di wilayah Jawa Barat.

Ketua Umum ATSDI (Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia) Eris Munandar mengungkapkan pelaksanaan Analog Switch Off di wilayah Jawa Barat akan dimulai di wilayah Garut, Cirebon, Kuningan, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Banjar, Cianjur, Majalengka dan Sumedang paling lambat 31 Desember 2021.

Eris menambahkan untuk wilayah lainnya akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2022 utk wilayah Bandung raya, sedangkan untuk wilayah Purwakarta, Sukabumi, Indramayu dan subang penghentian TV Analog akan dilakukan pada tanggal 2 November 2022.

Dalam Kegiatan FGD ” Menimbang Persiapan ASO di Jawa Barat” yang diselenggarakan oleh KPID Jawa Barat dan Fikom Unpad bertempat di Kampus UNPAD, Selasa 25 Mei 2021, Eris Munandar menekankan bahwa Masyarakat Jawa Barat sangat adaptif terhadap perubahan teknologi, sehingga berkaitan dengan Perpindahan TV analog ke TV Digital teresterial bukan hal yang sulit dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat.

Eris Munandar, menambahkan agar pelaksanaan peralihan teknologi ini berlangsung baik harus ada sinergisitas diantara semua komponen baik itu kalangan industri, Pemerintah dan dunia kampus.

Berkaitan dengan sosialisasi TV digital, Eris meminta kepada semua pihak untuk melakukannya lebih masif dan terstruktur lagi dengan bahasa yang mudah dipahami seluruh kalangan masyarakat Jawa Barat. Sehingga sejak awal masyarakat sudah mulai beralih ke TV digital.

Kemudian berkaitan dengan set top box / decoder , Ketua Umum ATSDI meminta agar Pemerintah dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk segera meminta komitmen para penyelenggara mux di Jawa Barat agar segera mendistribusikan set top box ke warga yang kurang mampu. Sesuai catatan yang didapatkannya, lebih dari 450 ribu set top box yang akan di distribusikan di wilayah Jawa barat atas komitmen para penyelenggara mux di Jawa Barat.

Satu hal yang paling penting menurut Eris, Analog Switch Off ini bukan soal alih teknologi saja akan tetapi punya dampak yang luar biasa yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti Masyarakat akan mendapatkan layanan internet lebih cepat akibat adanya efesiensi dari proses migrasi ini.

Dalam kesempatan FGD ini, Eris berkeyakinan proses penghentian TV analog di Jawa Barat akan berlangsung dengan baik, terlihat dari kesiapan KPID Jawa Barat yang mengandeng berbagai komponen untuk ikut serta mensukseskan pelaksanaan Analog switc off ini.

Artikel sebelumnyaAdvokat Herdiwan, Tanggapi Peristiwa Pergusuran Teater Lumbung
Artikel selanjutnyaResep Sukses Jadi Juara 1 Guru Berprestasi, Cepi: Nothing to Lose