Beranda Advertorial Melalui TP UKS, Pemkab Targetkan Sekolah Sehat

Melalui TP UKS, Pemkab Targetkan Sekolah Sehat

PURWAKARTA-Kegiatan sosialisasi TP UKS (Team Pembina Usaha Kesehatan Sekolah) se Kabupaten Purwakarta dilaksanakan di Gedung Joglo Sukarata Kabupaten Purwakarta Selasa (16/11) dan dihadiri Kepala Bagian Kesra Pelayanan Dasar Provinsi Jawa barat Dr.Jatti Indriati ,SH.Msi, Kabag Kesra Setda Kabupaten Purwakarta A.M Sundari, Kepala Puskesmas se Kabupaten Purwakarta, KCD, perwakilan dari Kecamatan, dan perwakilan dari OPD.

Dalam penyampaiannya Sekda Kabupaten Purwakarta Iyus Permana yang diwakilkan oleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Purwakarta A.M Sundari mengatakan bahwa keberhasilan pembinaan dan pengembangan usaha kesehatan sekolah/Madrasah terlihat dan tercermin pada prilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatnya derajat kesehatan peserta didik khususnya dan masyarakat sekolah pada umumnya.

“Hal ini merupakan dampak yang diharapkan dari terlaksananya pembinaan dan pengembangan program UKS/M disemua satuan pendidikan mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, DAN SMA/SMK/MA,”jelas Sekda Purwakarta Iyus Permana melalui Kabag Kesra Setda Purwakarta A.M Sundari Selasa (16/11)

“Program Peningkatan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi peserta didik baru perlu dilakukan sedini mungkin secara terpadu, terencana, terarah dan terkoordinasi dari 4 Kementerian terkait, mulai dari tingkat pusat hingga daerah serta melibatkan kerja sama dengan stakeholder,”ujarnya

“Amanat peraturan bersama (SKB ) dari 4 Kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri dalam mengamanatkan bahwa kegiatan pokok UKS/M yaitu penanaman dan pembudayaan prilaku hidup bersih dan sehat,”tegasnya

“Hal ini bertujuan bahwa pelaksanaan UKS/M dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,”paparnya

Baca Juga :   Kesbangpol Sebut Banyak Ormas di Karawang Belum Paham UU Organisasi

“Prioritas utama pemerintah adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama Covid-19,”jelasnya

“Berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan yang dilakukan oleh team pembina ternyata masih cukup banyak sekolah yang belum melaksanakan UKS/M secara baik dan benar, terutama disebabkan kurangnya pembinaan, buku-buku pedoman pembinaan dan pengembangan UKS/M, kesadaran, komitmen dan kerjasama dari 4 Kementerian, disamping itu juga masih kurangnya pelatihan untuk pembina dan pelaksana UKS/M guna peningkatan pemahaman dan wawasan,”katanya

“Pandemi Covid-19 yang melanda selama ini menjadi tantangan terberat dan hampir semua sektor terpukul dan tidak berdaya, salah satunya sektor kesehatan dan pendidikan dan ini merupakan tantangan berat bagi Kabupaten Purwakarta untuk mewujudkan Kabupaten sehat ditengah Pandemi , berbagai upaya dan langkah ditempuh salah satunya melalui pembinaan dan sosialisasi bagi kepada masyarakat,”jelasnya

“Untuk itu Pemkab melalui Bidang Kesra melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembinaan ini untuk meningkatkan prilaku hidup peserta didik dan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat bisa tercapai,”tegasnya

“Pemkab berterima kasih kepada jajaran pembina dan menyampaikan penghargaan yang sebesarnya, dan pertemuan ini menjadi sebuah harapan dan awal yang baik bagi kita terutama dalam menghadapi Pandemi Covid-19, kita berupaya bersama untuk mencegah dan menangggulangi Covid-19 dengan melibatkan peran serta Sekolah dan Madrasah dalam wadah UKS/M bisa tercapai,”pungkasnya (trg)

Artikel sebelumnyaMitsubishi Resmi Luncurkan New Xpander Cross dan New Xpander Secara Virtual
Artikel selanjutnyaDPRD Karawang, Soal Tuntutan 1 Tahun Gegara omeli Suami : P2TP2A Harus Melek