Beranda Headline Menengok Yayasan Nahdlatul Islahiyah Karawang, Pernah Kebakaran tapi Kini Sukses Antarkan Anak...

Menengok Yayasan Nahdlatul Islahiyah Karawang, Pernah Kebakaran tapi Kini Sukses Antarkan Anak Yatim Kuliah S2

Yayasan nahdlatul islahiyah karawang
Aktivitas anak-anak di Yayasan Nahdlatul Islahiyah Karawang.

KARAWANG – Kasus penelantaran anak seolah tak pernah hilang dari tahun ke tahun. Beberapa anak yang beruntung dilahirkan oleh orang tua yang siap menerima kehadiran mereka.

Sedangkan bagi beberapa anak kurang beruntung, mereka ditelantarkan, bahkan dibuang oleh orang tuanya.

Padahal, anak merupakan anugerah atau titipan dari Tuhan yang harus dijaga dengan penuh kasih sayang.

Hal itu lah yang membuat Jafar Shodik Al-Idrisi bertekad merawat puluhan anak yatim piatu di Yayasan Nahdlatul Islahiyah.

Baca juga: Jatuh Hati pada Aep Syaepuloh, GMPI Deklarasi Dukung Petahana di Pilkada Karawang

Tvberita.co.id berkesempatan mengunjungi yayasan yang berlokasi di Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Karawang itu pada Sabtu (8/6).

Yayasan nahdlatul islahiyah karawang
Aktivitas anak-anak di Yayasan Nahdlatul Islahiyah Karawang.

Di sana, terlihat banyak anak kecil asyik lalu lalang berlarian. Beberapa lainnya nampak sibuk belajar dan mengaji.

Shodik menuturkan, yayasan ini diisi sebanyak 50 orang. Usianya bervariatif, ada yang masih bayi hingga usia remaja.

“Asal mereka dari sekitaran wilayah Karawang, tapi ada juga dari daerah tetangga seperti Bogor, Purwakarta dan Bekasi,” tambahnya.

Baca juga: Petugas Temukan Hewan Kurban Berpenyakit, DPKP Karawang Bilang Masih Layak Jual

Sehari-harinya, mereka menjalani aktivitas semi pesantren. Dijadwalkan shalat tahajud, mengaji kitab kuning, tadarusan hingga menghapal. Di luar itu, mereka semua yang cukup umur, disekolahkan oleh Yayasan secara layak.

“Sekolah PAUD, TPQ dan DTA di yayasan. SD, SMP, SMA dan Kuliah di luar. Semuanya kami biayai. Alhamdulillah tahun 2023 meluluskan 2 orang jenjang S1, dan kini ada yang melanjutkan S2 sambil mengabdi di Yayasan,” terangnya.

Tekad merawat dan menyekolahkan ini ia kukuhkan, karena Shodik pribadi tahu betul rasanya hidup disertai kepedihan.

Karena sekitar usia 20an, Shodik pernah dititipkan oleh orang tuanya untuk melakukan pelatihan di sebuah panti pemerintah (dinas sosial).

“Saya merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak, dulu saya perwakilan pesantren pernah dititipkan di panti asuhan untuk pelatihan selama 6 bulan. Pernah makan sampai nyari di tempat sampah. Jadi saya bertekad, anak-anak jangan sampai merasakan itu,” katanya.

Oleh karenanya, anak-anak Yayasan Nahdlatul Islahiyah akan terus disekolahkan hingga jenjang paling tinggi sekalipun.

Baca juga: Hari Lingkungan Hidup, DLH Karawang Mau Bagikan 13 Ribu Bibit di Pangkalan dan Batujaya

Gedung yayasan pernah terbakar
Yayasan Nahdlatul Islahiyah Karawang
Aktivitas anak-anak di Yayasan Nahdlatul Islahiyah Karawang.

Shodik mengungkap, yayasan ini sudah berdiri sejak tahun 1992. Sepanjang berdirinya gedung tersebut, yang paling membekas adalah insiden ebakaran.

“Pernah kebakaran tahun 2022, habis semua. Tapi ajaib, kamar anak-anak gak kebakar, padahal kayu, jendelanya juga gak kebakar. Alhamdulillah masih dilindungi,” ungkapnya.

Saat ini Shodik dan jajaran pengurus sedang berupaya membenahi sarana dan prasarana serta bertekad mendirikan pendidikan formal di yayasan.

“Kami mohon doa untuk pembenahan sarpras dan pembenahan pendidikan. Pengen ada pendidikan formal di sini, mudah-mudahan ada rezekinya,” tutupnya. (*)