Beranda Bekasi Mengenal Stroke Hemoragik, Faktor Penyebab dan Cara Pencegahannya

Mengenal Stroke Hemoragik, Faktor Penyebab dan Cara Pencegahannya

KOTA BEKASI, TVBERITA.CO.ID – Penyakit stroke kini tak hanya menyerang orang lanjut usia. Mereka yang di usia muda juga bisa mengalaminya.

Untuk mengenali Stroke Hemoragik secara dini, begini ulasannya.

Menurut dr. Alvin Abrar Harahap, dokter spesialis Bedah Siloam Hospitals Bekasi Timur, Stroke hemoragik adalah kondisi pecahnya salah satu arteri dalam otak yang memicu perdarahan di sekitar organ tersebut sehingga aliran darah pada sebagian otak berkurang atau terputus.

“Tanpa pasokan oksigen yang dibawa sel darah, sel otak dapat cepat mati sehingga fungsi otak dapat terganggu secara permanen,” kata dr. Alvin Abrar Harahap saat dikonfirmasi Tvberita, Kamis (12/02/20).

Perdarahan saat pecahnya pembuluh darah dalam otak disebut dengan perdarahan intraserebral, sedangkan perdarahan pada pembuluh darah pada ruang di antara lapisan pembungkus otak bagian tengah dan dalam disebut dengan perdarahan subarachnoid.

“Mengenai stroke Hemoragik bahwa, stroke berdasarkan WHO merupakan Gangguan peredaran darah otak yang bersifat vokal atau global, yang berlangsung cepat, lebih dari 24 jam, dan dapat menyebabkan kematian disebabkan gangguan vaskular,” jelasnya.

Stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan dalam ruang subaraknoid diantara piamater dan araknoidmater. Untuk mengetahui gejala yang dialami dalam kondisi tersebut bisa dilihat dari 50% perdarahan, 70% kejang, 15% migran dan tidak respon dengan pemberian terapi, Defisit neurologik dan Gangguan perilaku serta psikiatri.

“Sementara, terkait terapi yang dilakukan untuk penyakit stroke hemoragik yang perlu diperhatikan adalah terapi yang diberikan tergantung jenis/penyebab stroke. Sasarannya yaitu, aliran pembuluh darah di otak. Sedangkan jika dilihat berdasarkan waktu terapinya antara lain, terapi pada fase akut dan terapi pada pencegahan sekunder atau rehabilitasi,” beber dr. Alvin.

Berdasarkan informasi, pasien yang terkena penyakit stroke lebih didominasi laki-laki dibandingkan perempuan. Prosentasenya, yakni 3:1. Pasalnya, perempuan yang mengalami stroke resiko ibu hamil.

“Untuk pencegahan yang dapat dilakukan oleh pasien yang terkena stroke diantaranya, berhenti merokok, diet sehat, kontrol kadar kolesterol, meningkatkan aktivitas fisik, kontrol tekanan darah hindari alkohol, kontrol kadar gula darah, dan konsumsi obat-obatan yang sesuai untuk mengontrol penyakit yang menjadi faktor resiko,” katanya lagi

Gejala yang muncul karena serangan stroke hemoragik dapat berbeda-beda, tergantung seberapa besar jaringan yang terganggu, lokasi, serta tingkat keparahan perdarahan yang terjadi.

Untuk mencegah perkembangan perdarahan yang lebih parah, dokter dapat memberi obat seperti antagonis kalsium. Pengobatan ini bertujuan untuk menjaga tekanan darah tetap rendah agar tidak terjadi perdarahan kembali. Jika pasien mengalami kejang, maka obat antikonvulsan akan diberikan.

Pada penderita perdarahan subarachnoid, dapat dilakukan pemasangan selang dalam otak untuk mengeluarkan cairan serebrospinal. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada otak dan mencegah hidrosefalus,

“Untuk kasus stroke hemoragik yang sangat parah, dibutuhkan tindakan operasi guna memperbaiki pembuluh darah dan menghentikan perdarahan, terutama jika stroke terjadi karena malformasi (kelainan) arteri-vena. Namun demikian, tindakan ini perlu diperhitungkan baik-baik karena operasi sendiri dapat menyebabkan kerusakan otak lebih lanjut,” papar dr. Alvin.

Setelah menjalani pengobatan, pemulihan pasien tergantung dari tingkat keparahan stroke dan kerusakan jaringan otak yang terjadi. Bagi penderita stroke hemoragik yang tidak mengalami komplikasi, dapat pulih dalam waktu beberapa minggu setelah pulang dari rumah sakit. Tapi bagi pasien stroke hemoragik di mana telah terjadi kerusakan jaringan.

“Dibutuhkan terapi tambahan, seperti terapi fisik, kegiatan, atau terapi bicara. Terapi-terapi tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi jaringan yang rusak sehingga dapat bekerja secara normal kembali,” jelasnya. (ais/kie)