Beranda Regional Merdeka Versi Kabupaten Purwakarta di Masa Pandemi

Merdeka Versi Kabupaten Purwakarta di Masa Pandemi

PURWAKARTA-Hari Kemerdekaan di Kabupaten Purwakarta dimasa Pandemi Selasa (17/8) diperingati dengan cara sederhana, pengibaran bendera oleh pasukan Paskibraka kemudian dilanjutkan dengan ceremonial seluruh unsur Muspida diakhiri dengan sesi foto bersama.

Namun sederhana hanya isapan jempol belaka, diawali dengan Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Purwakarta yang dilakukan masa PPKM dengan tarian yang sebenarnya tidak penting ditambah lagi pengadaan baju yang seragam para anggota DPRD Kabupaten Purwakarta yang tentu saja mengeluarkan anggaran yang justru tidak penting dimasa Pandemi sekarang ini.

“Hari ini kita tidak bisa merayakan kemerdekaan seperti biasa akibat pandemi,”jelas Ketua Forum Generasi Muda Agus Sanusi Selasa (17/8)

“Tetapi Pandemi hanya satu dari sekian masalah yang ada di Purwakarta, masalah yang paling utama masih diwilayah tata kelola pemerintahan kita yang masih harus diperbaiki,”ujarnya.

“Prioritas penggunaan anggaran dan keterbukaannya masih bermasalah. Dalam APBD kita misal belanja tak langsung masih jauh lebih tinggi sementara kinerja pemerintah daerah begitu-begitu saja,”papar Agus.

“Perlu efisiensi anggaran sehingga belanja modal, program lebih tinggi. Yang tidak krusial harus dipotong, anehnya berbicara refocusing pemerintah daerah masih sempat membuat pengadaan seragam, urgensinya dimana,”ungkapnya.

“Jelas ini pengelolaan anggaran tidak pada tempatnya, disatu sisi efesiensi anggaran alokasi untuk Pandemi tetapi justru pemerintah tidak mencontohkan hal yang positif,”tegasnya.

“DPRD pun terlihat enjoy saja menikmati keadaan ini, atau DPRD nya pun tidak mampu dan hanya menutup mata saja karena merupakan bagian dari anggaran yang dikeluarkan dimasa Pandemi, aji mumpung mungkin,”ujarnya.

“Artinya arti kemerdekaan dimasa Pandemi hanya untuk kalangan tertentu saja, dan fasilitas yang diterima hanya untuk kalangan tertentu saja, lalu masyarakat Purwakarta hanya bisa jadi penonton saja,”pungkasnya.

Artikel sebelumnya35 Peserta Lomba Ketuk Tilu Karawangan Siap Dipentaskan
Artikel selanjutnyaPPP Karawang Salurkan Bansos ke Petani dan Masyarakat Terkena Dampak Pandemi