Beranda Karawang Minim Anggaran untuk Pengerukan, Dinas Perikanan Tagih Janji Komisi III DPRD

Minim Anggaran untuk Pengerukan, Dinas Perikanan Tagih Janji Komisi III DPRD

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang mengaku kerap dicecar nelayan soal berbagai kesulitan dan kendala untuk pergi melaut.

Pasalnya, permasalahan pendangkalan alur masuk dan keluar perahu atau jokong para nelayan dalam setahun bisa mencapai 3 kali.

Padahal, alur tersebut sangat vital, karena menjadi jalan masuk dan keluar nelayan yang melaut atau menambatkan perahunya.

“Kami berharap ada perhatian yang maksimal dari pemerintah daerah, karena setelah kita lakukan pembinaan kepada para nelayan, di mana mereka mengeluhkan dalam setahun mengalami pendangkalan sebanyak 3 kali,” Kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Abuh Bukhori, kepada Tvberita, Selasa (3/12).

Dan tentunya saja hal ini berakibat terhadap meruginya penerimaan kas daerah melalui retribusi perikanan.

“Selayaknya dalam setahun dilakukan 3 kali pengerukan, namun ini sudah bertahun-tahun dinas perikanan tidak pernah melakukan pengerukan, karena keterbatasan anggaran,” ungkap Abuh.

Menurutnya, dalam satu muara, anggaran pengerukan bisa mencapai sekitar Rp 200 juta, sementara di Karawang memiliki 12 muara Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

“Itukan ada 12 muara, yang besar besar saja dulu, seperti Ciparage atau Sungai Buntu yang urgent dulu lah, yang TPI-nya gede-gede,” imbuhnya.

Abuh menjelaskan, pihaknya pun kerap melakukan koordinasi dengan dinas terkait lainnya, yaitu dengan Dinas PUPR kaitan alat berat ini, namun tidak pernah ditanggapi.

Sementara hal ini sangat mendesak sekali mengingat sudah memasuki bulan desember dan target PAD harus tercapai.

“Janji Komisi III pun untuk mendorong pemerintah kaitan pembelian Eksavator Amphibi laut sebagai upaya menyerap aspirasi nelayan pun sampai hari ini tidak pernah ada. Alhamdulillah, tidak ada,” ujarnya kecewa.

Sementara mereka (Komisi III DPRD) terus mengatakan kaitan genjotan PAD untuk ditingkatkan, namun tidak memahami permasalahnnya.

“Kalau memang alasannya karena defisit kenapa mereka tidak membelikan dari aspirasi mereka, tidak harus mesin amphibi yang mahal, cukup beko tronton biasa saja, yang terpenting bisa membantu pengerukan,” terang Abuh menandaskan. (Nna/kie)