
KARAWANG – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menurunkan modul terumbu karang buatan ke-420 di, kawasan transpalantasi terumbu karang Karang Sendulang, laut utara Karawang, pekan lalu. Modul yang dinamakan paranje ini diangkut menggunakan kapal nelayan dari bibir Pantai Tangkolak, Desa Sukakerta, Karawang.
Transplantasi terumbu karang di wilayah laut Karawang sudah dilakukan PHE ONWJ sejak 2022. Namun jauh sebelum itu, hal serupa sudah dilakukan PHE ONWJ di area laut Pulau Biawak Indramayu, pada 2016 hingga 2018, dengan terumbu karang buatan sebanyak 350 modul. Dua lokasi tersebut merupakan kawasan kaya terumbu karang yang telah rusak.
Peduli dengan kondisi keanekaragaman hayati laut, PHE ONWJ hadir melalui program tanggung jawab sosial lingkungan bertajuk “Otak Jawara”, akronim dari Orang Tua Asuh Karang di Laut Utara Jakarta dan Jawa Barat. Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen PHE ONWJ dalam pemenuhan pencapaian ESG (environmental, social and governance) di wilayah sekitar Blok ONWJ.
Dalam menjalankan Program Otak Jawara, PHE ONWJ menggandeng sejumlah mitra, di antaranya Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kelompok masyarakat Pandu Alam Sendulang (PAS).
Baca juga: Badak Liar Mati di Tengah Laut, PHE ONWJ Evakuasi Nelayan
Salah satu metode rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang dilakukan adalah transplantasi karang, dengan inovasi media transplantasi berbentuk modul guna meningkatkan luas tutupan karang. Modul ini dapat menjadi rumah bagi habitat biota perairan, serta mendukung peningkatan kelimpahan ikan.
Modul paranje, yang berbentuk seperti kurangan ayam, merupakan kolokasi habitat (sharing) atau tempat hidup bersama ikan dan karang. Ukuran modul yang besar menyediakan ruang tumbuh yang optimal bagi transplan karang. Sementara di sisi lain, ruang bagian dalam modul menjadi rumah para ikan.
Paranje dilengkapi dengan lubang pada sisi samping dan atas, yang berfungsu sebagai jalur masuk ikan, sekaligus memberikan fungsi hidrodinamis sehingga cenderung stabil terhadap arus bawah laut. Selain itu, bobot modul yang cukup berat, dengan material terbuat dari campuran pasir dan semen, menjadikan paranje cukup kokoh dan tahan terhadap terjangan arus bawah laut yang kuat.








