Beranda Regional Musim Hujan, Pemdes Cirejag Ingatkan Waspada Banjir

Musim Hujan, Pemdes Cirejag Ingatkan Waspada Banjir

JATISARI, TVBERITA.CO.ID- Pemerintahan Desa Cirejag Kecamatan Jatisari meminta kepada masyarakat agar waspada terhadap perkembangan hujan yang tidak menentu. Pasalnya, wilayah Desa Cirejag dilintasi Sungai Cilamaya dari aliran Bendungan Barugbug Jatisari.

Beberapa waktu Dusun Karajan I RT 03/01 pernah tergenang sehingga akibat luapan air besar dari Sungai Cilamaya. kondisi intensitas curah hujan tinggi yang sulit diprediksi. Perlu ditingkatkan kewaspadaan bagi masyarakat sekitar. Pasalnya,Pemerintahan Desa berkewajiban saling mengingatkan kepada warganya tentang bahaya banjir dadakan akibat curah hujan tinggi.

“Saya sebagai kepala desa berkewajiban untuk mengingatkan warganya. Yang berada di pinggir atau bantaran Sungai Cilamaya Jatisari agar pada curah hujan tinggi. Perlu waspada,supaya terjadinya luapan air sungai Cilamaya dapat diketahui. Soalnya pemukiman warga di Dusun Krajan I RT 03/01 beberapa waktu pernah terendam luapan air sungai. Meskipun hanya beberapa rumah saja,” kata Kepala Desa Cirejag, Dadang Supriatna kepada KORAN BERITA (Grup Tvberita.co.id), Senin(11/12).

Dikatakan Dadang Supriatna, biasanya tingkat curah hujan tinggi terus menerus berada di ahir bulan Desember dan awal tahun baru. Hal tersebut berdasarkan pengalaman setiap tahunnya. Makanya Pemerintahan Desa Cirejag akan terus mengingatkan kepada masyarakatnya. Supaya meningkatkan kewaspadaan akan bahaya banjir dadakan akibat musim hujan.

“Akan selalu diingatkan oleh Pemdes Cirejag kepada masyarakat. Supaya tidak ada korban dalam luapan air Sungai Cilamaya,”tandasnya.

Selain itu, Kades Dadang menghimbau agar warga yang berada di dekat sungai dan kali untuk tidak lagi buang sampah rumah tangga kedua tempat tersebut. Agar tidak terjadi penyumbatan akibat adanya tumpukan sampah.

“Kebersihan lingkungan dan kesehatan lingkungan itu harus terus disampaikan. Sebab kadang kala masyarakat lupa akan bahaya tumpukan sampah di kali dan sungai yang mengakibatkan terjadinya luapan air,” ucapnya.

Dia juga akan menggalakan gerakan hidup bersih disetiap Hari Jumat untuk kebersihan lingkungan masyarakat. Gerakan hidup bersih itu merupakan program Pemerintahan Pusat untuk peduli terhadap lingkungan.

“Gerakan Jumat bersih,untuk membersihkan lingkungan yakni membersihkan got atau saluran tersier. Supaya tidak terjadi penyumbatan dan tergenangnya jentik-jentik nyamuk yang membahayakan masyarakat,” paparnya.(dej/ris)

 

Artikel sebelumnyaKapolres Karawang Instruksi Tembak Mati Curanmor
Artikel selanjutnyaReses, Gina Dihujani Keluhan Infrastruktur dari Warga