
KARAWANG – Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan adanya dugaan kebijakan tarif parkir yang dikelola oleh pihak SMK Muhammadiyah 1 Cikampek.
Salah satu orang tua siswa SMK Muhammadiyah 1 Cikampek yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan, saat ini beberapa sekolah di Karawang menjadikan parkir kendaraan sebagai ladang usaha salah satunya SMK Muhammadiyah 1 Cikampek.
“Anak saya sekolah disana, sudah bertahun-tahun bayar parkir terus sama sekolah, karena yang mungut ya dari pihak sekolahnya,” ucapnya, Senin (29/7).
Baca juga: Disdik Jabar Sesalkan Dugaan Pungli di SMKN 1 Cikampek, Akan Lakukan Pemeriksaan
Kata dia, kebijakan pungutan parkir kendaraan siswa justru memberatkan orang tua siswa. Sebab sudah dua tahun ini anaknya selalu membayar uang parkir motor. Jika uang parkir tersebut ditabung maka hasilnya bisa untuk membeli peralatan sekolah.
“Saya juga bingung kenapa harus wajib bayar parkir, padahal dulu tidak ada kebijakan kaya gini. Atau mungkin karena jumlah siswa yang banyak, kemudian dijadikan ladang usaha sekolah,” tambahnya.
Ia mengaku, beberapa waktu lalu anaknya harus menahan rasa haus karena sisa uangnya harus ia gunakan untuk membayar parkir motor sekolah.
Baca juga: Ratusan Siswa SD Berebut Juara di Festival Bahasa Ibu di Karawang
“Uang jajanya hanya sisa dua ribu, katanya terpaksa nahan haus,” akunya.
Dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cikampek bersama Komite SMK Muhammadiyah 1 Cikampek angkat bicara terkait kebijakan tarif parkir di sekolah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cikampek, Aceng Sukmana mengatakan bahwa uang pungutan yang diambil dari parkir siswa di sekolah merupakan pengelolaan yang dilakukan langsung oleh pihak PCM.
Baca juga: Oknum Kades di Cikampek Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Penipuan Bisnis Limbah
“Jadi soal pengelolaan parkiran itu tidak sama sekolah, tapi dikelola langsung oleh pihak PCM ya,” terangnya.












