Beranda Regional Panwascam Rangkap Jabatan, Asep: Saya Laporkan Bawaslu ke DKPP

Panwascam Rangkap Jabatan, Asep: Saya Laporkan Bawaslu ke DKPP

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Pemerhati Politik dan Pemerintahan Kabupaten Karawang, Asep Agustian soroti rangkap jabatan Panwascam terpilih untuk Pilkada 2020 mendatang.

Pasalnya kata Asep, dalam UU No. 7/2017 Pasal 117 ayat (1), tentang Pemilu huruf (m) di isyaratkan, Panwascam harus bersedia bekerja penuh waktu yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

Dan persyaratan dalam proses perekrutan seorang calon panwascam, sudah sangat jelas bahwa diantaranya adalah ia tidak pernah berpartai politik selama 5 tahun, tidak terkena sanksi kode etik pelanggaran Pemilu yang di keluarkan oleh DKPP, bersedia bekerja penuh waktu, dan yang lainnya yaitu bersedia mengundurkan diri menjadi pegawai pemerintahan, BUMN maupun BUMD, pada saat terpilih sebagai Panwascam.

“Jadi sudah jelas di tegaskan bahwa Panwascam tidak boleh rangkap jabatan. Mau itu Pilkades, Pilkada, Pilgub maupun Pilpres. Karena pertanggung jawabannya harus profesional, bekerja penuh waktu,” kata Asep menegaskan.

Asep menandaskan, jika pada saat pelantikan besok ternyata masih ada panwascam yang kedapatan rangkap jabatan, itu artinya Bawaslu Karawang sudah melakukan pelanggaran.

“Akan saya laporkan, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI), agar Bawaslu ini di evaluasi kinerjanya, kok bisa Panwascam rangkap jabatan di lantik, agar ada efek jera,” tandasnya lagi.

Menurut Asep, aturannya kan sudah sangat jelas, atau jangan – jangan diduga ini ada unsur kongkalingkong ditubuh Bawaslu. Ada apa ini ?.

“Berati Bawaslu ini tdak memiliki integritas dan profesionalisme, karena telah menabrak aturan yang dibuat sendiri. Mengangkat Panwascam yang rangkap jabatan,” kata Asep lagi menegaskan.

“Ini jelas tidak fair, Contohnya orang-orang yang kemarin mendapatkan peringatan keras, kok diangkat kembali, memangnya tidak ada calon lagi apa, tidak ada lagi orang yang pantas selain orang-orang ini, dulu aja di sumpah fakta integritas, malah coba- coba bernegosiasi dengan calon, apalagi sekarang,” ungkapnya.

Ini jelas integritas Bawaslu dipertanyakan, lanjutnya,kenapa harus orang-orang ini direkrut kembali ?.

“patut dipertanyakan, Bawaslu ini integritasnya, penyelenggaraan Pemilu itu harus Jujur, adil, dan berintegritas serta propesional dan proporsional,” pungkasnya. (nna/dhi)