KARAWANG — Kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang, Jawa Barat kembali mengalami overload. Mayoritas pasien masuk ialah pasien usia anak yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dari total kapasitas 41 bed di IGD, lonjakan pasien diketahui tetap tak terbendung karena pasien masuk rata-rata mencapai 55 orang.
“Per hari ini saja ada 55 pasien di IGD, sementara total bangsal terisi 362 pasien. Artinya ada sekitar 15 pasien yang berada di luar kapasitas bed utama,” ujar Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Karawang, dr. Parlindungan, Jumat (25/9).
dr. Parlindungan membeberkan bahwa lonjakan paling krusial terjadi pada kelompok pasien anak-anak. Secara harian, kasus penyakit saluran pernapasan menyumbang sekitar 30 persen dari total kunjungan pasien rumah sakit.
“Saat ini tingkat keterisian untuk ruangan anak itu hampir setiap hari 100 persen penuh. Dulu tidak sampai segini, makanya yang paling banyak datang ke IGD juga pasien-pasien anak. Kami juga mendapat informasi dari rekan-rekan medis luar daerah bahwa kasusnya terjadi bersamaan,” paparnya.
Dia menduga meroketnya kasus ISPA ini disebabkan faktor cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan yang tak menentu sebagai salah satu penyebab utama.
Baca juga: Meski Tambang Ditutup, Truk Milik PT JSI Karawang Masih Lalu-lalang di Jalan Badami-Loji
“Keadaan cuaca dan lingkungan saat ini udaranya kering dan banyak debu, sehingga memudahkan penyebaran virus atau bakteri melalui udara,” jelas dr. Parlindungan.
Guna mengatasi penumpukan di lorong IGD, RSUD Karawang mengambil langkah taktis melalui fleksibilitas atau relaksasi alokasi ruangan. Bangsal perawatan dewasa yang masih menyisakan tempat dialihfungsikan sementara (shift) untuk penanganan anak-anak.









