Beranda Regional Pedagang Pasar Cilamaya Ditekan Pengembang, Ini Alasannya

Pedagang Pasar Cilamaya Ditekan Pengembang, Ini Alasannya

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Sejumlah pedagang Pasar Cilamaya mengeluhkan sikap PT Barokah Putra Delapan (BPD), pengembang pasar tersebut yang terkesan menekan mereka.

Perusahaan itu meminta uang muka pembelian kios paling lambat 20 Oktober 2018, jika tidak kios akan dijual ke pembeli dari luar (bukan pedagang lama).

“Kami diwajibkan menyediakan uang muka dalam waktu cepat. Hal itu tentunya sangat memberatkan kami,” ujar seorang pedagang Pasar Cilamaya, H. Tatang, Jumat (19/10/2018).

Padahal, lanjut dia, hingga saat ini, pihak PT BPD belum melakukan pembangunan apapun di Pasar Cilamaya.

PT BPD baru membangun lapak-lapak sementara yang tempat dan ukurannya sangat tidak memadai.

Atas dasar itu, lanjut Tatang, sejumlah pedagang meragukan kondisi keuangan PT BPD.

“Kalau belum apa-apa sudah minta uang muka dari pedagang, sama halnya PT BPD tidak modal untuk membangun pasar.

Dikatakan, lahan untuk membangun pasar sudah disiapkan Pemerintah Kabupaten Karawang yang saat ini masih ditempati para pedagang.

Sementara modal awal, dikumpulkan dari para pedagang yang nantinya akan diusir dari kiosnya.

Selanjutnya PT BPD menjual kembali kios itu ke pedagang yang terusir.

“Jika caranya seperti itu, semua perusahaan juga bisa. Lahan dan uang disiapkan. Setelah pasar dibangun, konsumennya juga sudah jelas ada,” kata Tatang.

Menurutnya, uang muka yang wajib dibayar segera Rp 35,1 juta atau 30% dari harga jual kios Rp 117,18 juta.

Uang sebanyak itu belum termasuk booking fee Rp 10 juta yang harus dibayar dalam dua tahap masing-masing Rp 5 juta.

“Saat ini saya memiliki dua kios hasil membangun sendiri setelah Pasar Cilamaya terbakar. Saya juga memegang Surat Izin Menempati Bangunan (SIM-B) atas dua kios itu,” kata Tatang.

Disebutkan, pihak perusahaan menekan jika dirinya ingin menempati kios dengan posisi yang sama, uang muka harus dibayar paling lambat tangggal 20 Oktober 2018. Jika dalam batas waktu itu pedagang lama belum juga membayar uang muka, kios akan ditawarkan kepada pihak lain yang sudah siap mengelyarkan uang.

“Saya siap membayar uang muka dan boooking fee, asal waktunya tidak dibatasi sesingkat ini,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan, Widjodjo mengakui, Pemkab Karawang telah membangun kerja sama dengan PT BPD untuk membangun ulang Pasar Cilamaya.

Bahkan naskah kerja sama telah ditandatangani beberapa waktu lalu.

“Teknis pembangunan Pasar Cilamaya sepenuhnya sudah menjadi tanggung jawab PT BPD. Kami hanya mengawasi proses pembangunan tersebut,” ujar Djodjo.

Dikatakan juga, PT BPD telah menyimpan dana jaminan pembangunan Pasar Cilamaya di Bang BJB sekitar Rp 2 miliar. Bahkan PT BPD juga telah membayar uang sewa lahan pasar Rp 200 juta kepada Pemkab Karawang.

“Jika ada keluhan dari pedagang lama, kami akan segera menegur pihak pengembang. Bagai manapun juga, pedagang lama harus diprioritaskan untuk membeli dan menempati kios baru, nanti,” katanya. (KB)