Beranda Regional Pembangunan Puskesmas Diduga Menggunakan Besi Banci, Komisi III: Itu Pidana

Pembangunan Puskesmas Diduga Menggunakan Besi Banci, Komisi III: Itu Pidana

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Alih-alih dengan adanya keberadaan pengawas Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang untuk memantau kinerja CV. Multi Cipta Sejahtera dapat mensukseskan proyek pembangunan gedung Puskesmas Karawang Kota, ternyata tetap saja tidak mampu menjadikan proyek pembangunan gedung tersebut dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Dan mencegah kecurangan yang dilakukan kontraktor.

Pasalnya, dari hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, sejumlah kecurangan pekerjaan diduga kuat tengah berlangsung.

Bagaimana tidak. Kontraktor pelaksana telah berupaya mencurangi volume besi. Pasalnya, untuk pemakaian tulangan pokok (besi ulir) berdiameter 16 mm, pengukuran riilnya hanyalah terhitung 10 mm banci dan 14 mm banci.

Tak sampai di situ saja. Pemakaian besi banci oleh rekanan juga tampak digunakan bercampur.

Hal tersebut diketahui pada saat Tatang Taufik, Anggota DPRD Fraksi PKS, melihat secara detail besi-besi (ulir) tersebut.

Bahkan dari pantauan Tvberita.co.id dilokasi, seorang tukang bangunan tampak gugup dan kebingungan serta memberi keterangan yang berbeda-beda pada saat Tatang mempertanyakan spesifikasi besi yang digunakan.

“Dari awal pake full apa pake banci, saya tahu loh keadaannya banci, saya tahu loh saya tukang besi,” tegasnya.

Kesal, Tatang pun meyakinkan jika memang ada dugaan penggunaan besi ulir yang tidak sesuai. Karena besi-besi yang digunakan bersifat banci.

Dan menurutnya, jika kemudian terbukti ada unsur kesengajaan dari pihak kontraktor, itu jelas menyalahi aturan. Dan bisa dipidana karena ada dugaan unsur korupsi didalamnya.

“Mereka menggunakan besi banci, yang seharusnya 10 mm mereka pakai yang banci, yang seharusnya 14 mm atau 16 mm mereka menggunakan besi banci, dan itu jelas tindakan menyalahi aturan jika tidak sesuai dengan spek, jelas ada dugaan unsur korupsinya,” kata Tatang dengan nada meninggi.

Kepada Kadinkes yang hadir saat itu, Tatang pun langsung meminta diperlihatkan DED pembangunan gedung tersebut, untuk memastikan jenis besi ulir yang seharusnya digunakan.

Namun Kadinkes saat itu tidak dapat menunjukan DED pembangunan gedung Puskesmas tersebut.

“Saya akan tegur pengawasnya nanti,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Nurdin.

Ketika disoal mengapa hanya ditegur, karena jelas merugikan pemerintah daerah, Nurdin pun menjawab santai kalau mau dimarahin ya bisa saja dimarahi.

“Mau dimarahin, ya tinggal dimarahin,” ucapnya lagi santai.

Menurutnya, terkait apakah harus pihak kontraktor mengganti besi-besi tersebut dengan besi yang sesuai dengan spek, ia mengatakan akan melihat terlebih dahulu dan menyampaikan kepada pengawas.

“Nanti saya akan sampaikan ke pengawas,” imbuhnya. (Nna/dhi)