Beranda Headline Pendaftaran Belum Dibuka, Dua Balon Pimpinan Partai Golkar Saling Gesekan

Pendaftaran Belum Dibuka, Dua Balon Pimpinan Partai Golkar Saling Gesekan

PURWAKARTA-Jelang Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta yang sempat diundur dan belum dipastikan penyelenggaraannya belakangan kian memanas.

Dua Bakal Calon (Balon) yang digadang akan maju di Musda DPD Partai Golkar Purwakarta Mesakh Supriyadi salah satu pengusaha dan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi Golkar dan Dias Rukmana Praja tokoh pergerakan yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi Golkar yang menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Purwakarta.

Mundurnya jadwal Musda DPD Partai Golkar Purwakarta disebabkan adanya isu yang merebak dari dua orang perempuan Nina Rahmayani dan Naola Sansabila terkait pelaporannya ke Dewan Etik DPP Partai Golkar terhadap Dias Rukmana Praja yang berakhir Dias melaporkan ke Mapolres Purwakarta dengan dugaan pencemaran nama baik.

Belakangan Mesakh Supriyadi pun mengambil langkah ketegasan siap maju di Musda DPD Partai Golkar dengan mendeklarasikan diri dengan klaim didukung oleh 12 PK Golkar dan 3 Sayap Partai.

Tak berhenti disitu saja, permasalahan lama Mesakh Supriyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang pernah menjadi terdakwa dalam perkara pidana khusus terkait perpajakan yang terdaftar dengan Nomor 297/Pid.Sus/2021/PN Jkt.Utr, kembali disinggung dan mencuat.

Dua orang yang digadang maju di Musda DPD Partai Golkar Purwakarta untuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta dengan permasalahan yang berbeda, sementara DPP Partai Golkar menginginkan kondisi Partai yang kondusif dengan keinginan Musda akan berakhir dengan Aklamasi.

Disebut telah didukung 12 PK Golkar dan 3 Sayap Partai Golkar Purwakarta Mesakh Supriyadi telah mendeklarasikan diri, lalu bagaimana dengan nasib dukungan kepada Dias Rukmana Praja yang menyebut siap maju dengan dukungan PK dan Sayap Partai yang belum mendeklarasikan diri.

Dengan kondisi ini apakah DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Jabar akan mampu mendinginkan suasana yang mulai memanas, beranikah memastikan penyelenggaraan Musda atau kembali diundur dan berakhir dengan munculnya Karteker Partai.(trg)