Beranda Karawang Pendataan Keluarga Masih Rendah, Ini Kata DPPKB Karawang

Pendataan Keluarga Masih Rendah, Ini Kata DPPKB Karawang

KARAWANG – Sebulan Pendataan Keluarga, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang sibuk melakukan evaluasi dan terus memotivasi kader pendata untuk terus melakukan entri data.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pengendalian Penduduk Advokasi Data dan Informasi, Imam Alhusaeri Bahanan kepada tvberita.co.id, Senin (10/4).

Diungkapkannya, dari 728.778 target Kepala keluarga yang tercatat di portal Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat yang harus didata, terhitung minggu ke V di bulan Mei ini Kabupaten Karawang baru mencapai 205.109 yang ter-entri, atau 28.24%.

Imam menjelaskan, pendataan kali ini memang menggunakan dua metode, yakni menggunakan telepon Android secara online dengan target 366.886 KK atau 50.34% dari target yang didata, dan pendataan secara manual dengan menggunakan form kertas sebanyak 365.050 KK atau 49.66%.

Ia mengakui, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti mundurnya ratusan petugas pendata di awal pelaksanaan pendataan yang diakibatkan dampak dari Pilkades di 177 desa yang baru lalu.

“Kader yang sudah didaftar dan dilatih mundur karena jagoannya (petahana) kalah, atau sebaliknya, ada juga kades baru yang menang, tidak menghendaki kader-kader yang dianggap loyalis kades petahana diberhentikan. Ini dilematis,” papar imam.

Akibatnya, para manajer data tingkat kecamatan yakni para koordinator satpel PPKB Kecamatan terpaksa menggunakan para kader baru yang tidak mendapat pelatihan. “Cuma diberikan penjelasan singkat teknis pendataan,” sambungnya.

Kendala lainnya, lanjut Imam adalah seringnya terjadi masalah pada server di BKKBN pusat.

“Aplikasi PK21 yang dibuat BKKBN di awal pelaksanaan banyak mengalami kendala sehingga kader yang harusnya menggunakan metode online atau CAPI, terpaksa melakukan pendataan secara manual dulu, baru belakangan setelah data manual terkumpul baru di entri menggunakan HP android, sehingga progresnya pasti terlambat. Namun kami terus memantau perkembangannya per hari,” tutur Imam.

Dijelaskannya, rendahnya capaian Kabupaten Karawang secara prosentasi juga dikarenakan entri data yang menggunakan metode manual (PAPI) baru diberikan aplikasinya di akhir April lalu, sehingga perhitungan yang dilakukan BKKBN, membandingkan hasil capaian CAPI dengan sasaran total. “Feedback evaluasi prosentasi yang di realisasi BKKBN adalah capaian data CAPI dibanding total sasaran. Bukan total CAPI atau seharusnya.”

“Perbandingannya hanya kepada capaian online saja, belum termasuk data manual yang juga pada akhirnya dilakukan entriĀ  melalui aplikasi yang sudah disiapkan, sehingga prosentasinya rendah,” dalih Imam.

Namun demikian, Imam meyakini kendala-kendala tersebut akan segera teratasi. Selain sudah dilakukan hasil evaluasi sebulan kepada kecamatan-kecamatan yang rendah capaiannya. Ini, sebut Imam, akan membuahkan hasil yang cukup besar nantinya.

Selain itu, ia menambahkan, DPPKB Karawang akan memanfaatkan momentum larangan mudik lebaran, karena pada saat itu warga Karawang akan berdiam diri di rumah. “Kan tidak mudik, sehingga akan lebih mudah untuk dilakukan pendataan, dan kader pendata pun dapat melakukan melakukan data CAPI dan dapat melakukan entri PAPI selama libur lebaran ini,” terangnya.

“Selama libur lebaran dan cuti bersama nanti, para kader pendata PK21 akan terus bekerja mengejar target ketertinggalan ini. Kami yakin itu, dengan begitu capaian PK21 ini bisa maksimal,” papar Imam optimis. (kie)

Artikel sebelumnyaPandemi tak Bisa Memutus Silaturahmi, IPS Tiga Angkatan 38 Gelar Buka Bersama
Artikel selanjutnyaJelang Lebaran, Ihsanudin Bagikan THR dan 500 Paket Sembako.