Beranda Headline Pengembang Pasar Proklamasi Karawang Bantah Beratkan Pedagang: Mau Dibakar pun Kita Punya...

Pengembang Pasar Proklamasi Karawang Bantah Beratkan Pedagang: Mau Dibakar pun Kita Punya Hak

Pengembang pasar proklamasi Karawang beratkan pedagang
Direktur Utama PT VIM, Gregorius Samuel Jan membantah pengembang Pasar Proklamasi Rengasdengklok, Karawang memberatkan para pedagang.

KARAWANG – Pengembang Pasar Proklamasi Rengasdengklok, Karawang, PT Visi Indonesia Mandiri (VIM) membantah telah menetapkan kebijakan mencekik terhadap pedagang.

Hal itu menyusul puluhan pedagang yang mengadukan PT VIM ke Kantor Bupati Karawang terkait penyegelan kios pada Rabu, 31 Januari 2024 kemarin.

Direktur Utama PT VIM, Gregorius Samuel Jan membenarkan, bahwa penyegelan sejumlah kios memang terjadi.

Namun ia membantah jika PT VIM dianggap memberatkan dan tidak memiliki hati nurani.

Baca juga: Kios Disegel Tanpa Sepengetahuan, Puluhan Pedagang Pasar Proklamasi Ngadu ke Pemkab Karawang

“Kami sudah memberikan kesempatan, hampir 13 bulan mereka menempati unit usaha tersebut free gratis tidak dikenakan cicilan, tabungan, bahkan sewa pun tidak. Dan sekarang disegel karena mereka tetap mau gratis,” ujarnya kepada tvberita.co.id pada Kamis, 1 Februari 2024.

Pasar proklamasi karawang disegel
Kios disegel tanpa sepengetahuan, puluhan pedagang Pasar Proklamasi mengadu ke Kantor Bupati Karawang.

Samuel melanjutkan, PT VIM adalah developer yang memiliki hak atas aset yang dibangun. Tetapi saat ini kondisinya, banyak pedagang yang mandeg dalam menunaikan kewajiban membayar kredit ataupun sewa kios.

“Sekarang kita gak bisa bicara keuntungan, hanya bicara kewajiban (pedagang) aja. Kalo mereka sampe sekarang masih tetap pengin gratis, rasanya toleransi udah cukuplah 13 bulan memberikan mereka kesempatan,” lanjutnya.

“Kami enggak bisa seperti itu dong, PT VIM ini kan perusahaan,” tegasnya.

Baca juga: Sekda Karawang Kecewa Banyak Pedagang Minggat dari Pasar Proklamasi, Minta PT VIM Jangan Ngeyel

Selain itu, Samuel juga menanggapi terkait keluhan pedagang yang menyinggung biaya sewa mencekik.