Beranda Regional Penjual Duren di Jatiasih Beromset Jutaan Rupiah

Penjual Duren di Jatiasih Beromset Jutaan Rupiah

KOTA BEKASI, TVBERITA.CO.ID- Meningkatnya produktivitas durian selama beberapa pekan terakhir ternyata mampu menambah pundi-pundi rupiah bagi sejumlah warga Kota Bekasi. Terutama, bagi mereka yang berinisiatif memanfaatkan buah musiman ini untuk berbisnis.

Satu di antaranya, Umar Hadi (38), pemilik Pondok Duren yang sudah berjualan selama kurang lebih tujuh bulan di Jalan Raya Jatiasih ini mengatakan, dalam sehari dia bisa menjual 1200 butir durian.

Penjual durian di kawasan Jatiasih itu mengaku omzet penjualan durian eceran saja mencapai rata-rata Rp7-10 juta sehari. Omzet tersebut belum termasuk penjualan kepada pedagang-pedagang lain yang membeli secara borongan.

“Saya membeli durian dari Palembang rata-rata Rp12 juta hingga Rp14 juta per hari. Saya bisa menjual hingga 1.500 butir,” ungkapnya, Minggu (3/2) malam.

Umar menuturkan dirinya telah berjualan durian sejak beberapa tahun silam. Buah musiman ini didapatkannya dari wilayah Sumatera Selatan, Palembang.

Biasanya, musim durian dari Palembang terjadi pada Oktober hingga Februari. Dia hanya membuka lapak seadanya di pinggir jalan tepatnya di Jalan Raya Jatiasih. Jika durian yang dijualnya tidak laku, akan diproses untuk dipisahkan dagingnya dan dijual kepada pembuat pancake durian dengan harga Rp45.000 per kilo.

Buah durian yang dijualnya dibanderol Rp10.000-Rp80.000 per butir. Harga tersebut akan bergantung pada ukuran buah durian dan tentu saja kelezatannya.

“Saya dibantu sama tujuh orang karyawan, biasa angkut duriannya kami pakai pikap sekitar jam sembilan malam, pulangnya subuh, besok gitu lagi,” sebutnya.

Salah satu karyawan Pondok Duren, Angga Bakoy mengatakan, meski penjaja durian berderet di sepanjang kawasan itu. Ia mengaku, persaingan yang terjadi adalah persaingan sehat, meski tak jarang toko penjual durian berdiri bersebelahan.

“Saingan sehatlah. Kami juga beda pemasok dengan tetangga,” jelasnya

Menurutnya, saat ini bisa disebut sebagai musim durian. Setiap daerah di Sumatera selalu mengalami musim durian pada bulan yang berbeda.

“Sekarang (durian) daerah Sumatera Selatan musimnya. Tergantung bulannya. Kalau bulan empat sampai lima, musimnya di Medan,” pungkasnya.(tmi/ris)

Komentar Facebook