
KARAWANG – Sejumlah pedagang petasan dan kembang api musiman di Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku terus mengalami penurunan omset dari tahun ke tahun.
Salah satunya, Muslim pedagang yang menggelar lapak di depan Taman Bencong Karawang pada Rabu, (31/12).
“Saya cuman jualan sehari ini aja, sampai sore ini yang beli belum banyak. Biasanya di tahun sebelumnya ramai,” ungkap dia kepada tvberita.
Baca juga: Saat Bupati Aep Wujudkan Pasar Cibuaya, Emak-emak Pun Siap ‘Ngaliwet’ Syukuran
Di tahun-tahun sebelumnya, kata Muslim, ia bisa memperoleh omset 5 juta ke atas hanya dalam kurun waktu satu hari. Sementara hari ini, belum banyak pengunjung datang.
“Entah karena hujan, atau karena ada larangan dari Bupati,” katanya.
Muslim sendiri mengetahui bahwa ada larangan tak boleh merayakan malam tahun baru dengan pesta maupun petasan. Namun ia tetap memilih berjualan meski beresiko digusur Satpol-PP.
“Larangan tau, tapi namanya sekarang susah nyari usaha. Kita selama ini nganggur, terpaksa dagang kembang api musiman. Ini juga barang dapet ngutang,” ungkapnya.
“Saya orang Sawalunto Padang, tahu ada larangan karena menghormati bencana. Tapi alhamdulilah daerah saya aman,” tambahnya.
Baca juga: Underpass Gorowong Resmi Dibuka, Titik Rawan Macet di Karawang Timur Kini Bisa Terurai
Setiap tahun, ia tak pernah melewatkan kesempatan untuk berjualan petasan musiman. Karena, kata dia, hanya dengan berjualan ia dan keluarga bisa menyambung hidup.
“Sebenernya kita juga takut karena ini dagang di depan taman bencong, tapi mau gimana lagi. Kalau dagangan habis perkiraan dapat 3 juta, tapi kalau enggak yang akhirnya harus tetap bayar hutang,” katanya.
Sementara itu, Upi yang juga menjual petasan mengatakan hal serupa, ia mengaku khawatir apabila malam tahun baru ini kondisi cuaca hujan.












