Beranda Regional PHE ONWJ Gelontorkan 72 Miliar Untuk Kompensasi Warga Terdampak

PHE ONWJ Gelontorkan 72 Miliar Untuk Kompensasi Warga Terdampak

Sebagai wujud komitmen Perusahaan, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berikan kompensasi final akibat kebocoran Sumur Minyak YYA-1 terhadap pohlaksar dan nelayan di Karawang dengan total rincian anggaran sekitar 72 Miliaran.

Corporate Secretary PHE ONWJ, Whisnu Bahriansyah mengungkapkan bahwa Kebocoran Sumur Minyak YYA-1 berdampak pada lingkungan dan masyarakat.

“Tentunya kami sebagai yang punya sumur bertanggungjawab atas kebocoran sumur YYA-1 meskipun ini insiden yang tidak sama sekali kami ingin untuk terjadi,” kata Whisnu dalam sambutannya di Meeting Room Bank Mandiri Karawang, Kamis (1/4/2021)

Whisnu menambahkan, pihaknya sedang melakukan pemulihan lingkungan dengan diawasi oleh pihak LHK di daerah yang terdampak kebocoran sumur minyak YYA-1.

“Alhamdulillah pemulihan lingkungan sudah mencapai 90% dan ditargetkan tahun ini akan selesai,” ucapnya.

Pasca mengatakan pemulihan lingkungan, Whisnu Bahriansyah sampaikan pemberian kompensasi tersebut meliputi Pohlaksar, nelayan, dan wisata bahari.

“Terdiri dari 7.095 nelayan, 2.138 pohlaksar, dan 1.146 wisata bahari dengan total 10.379 orang dengan total rincian anggaran yang diberikan sebesar 72.160.000.000,” bebernya.

Pembayaran kompensasi terhadap nelayan, pohlaksar, dan wisata bahari dilakukan melalui 3 Bank. Yakni, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Masih Ditempat yang sama, Bupati Karawang, dr. Cellica Nurachadiana sampaikan bahwa insiden yang tidak dikehendaki dengan adanya kebocoran sumur minyak YYA-1 dari pihak PHE ONWJ telah mau bertanggungjawab dengan memberikan kompensasi terhadap masyarakat Karawang.

“Tapi pada prinsipnya, teman-teman yang dari Muara, Ciparage, dan Pakis, kita harus menghargai niat baik dari PHE ONWJ terhadap insiden yang kita tidak kehendaki. Pada hari ini, masyarakat kami sebanyak 10.379 diberikan kompensasi ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang tentunya ini menjadi nilai ibadah” pungkasnya

Cellica Nurachadiana mengucapkan terimakasih atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Karawang dengan dibarengi harapan agar pekerja tambak dan petani garam itu harus segera diberikan kompensasi final oleh pihak PHE ONWJ. (ddi)

Artikel sebelumnyaDuta GenRe, Upaya Membentuk Karakter Kaum Milenial
Artikel selanjutnyaPemkab Purwakarta Pastikan Ketersediaan dan Harga Sembako Aman Jelang Ramadhan