Beranda Karawang Pilu Nasib Bocah di Karawang: Dirudapaksa Penjaga Sekolah, Jadi Korban Perundungan

Pilu Nasib Bocah di Karawang: Dirudapaksa Penjaga Sekolah, Jadi Korban Perundungan

Korban penjaga sekolah di karawang
Foto: ilustrasi.

KARAWANG – Kondisi siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) korban kekerasan seksual oleh penjaga sekolah di Batujaya, Karawang disebut mengalami trauma berat.

Alasannya, selain menjadi korban kejahatan seksual, korban juga kerap mengalami perundungan oleh teman-temannya di sekolah dasar sebelumnya.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Perempuan dan Anak (P2KPA), Hesti Rahayu kepada tvberita.co.id pada Jumat, 22 September 2023.

Oleh karena itu, kata Hesti, DPPPA bersama tim P2TP2A mengaku langsung melakukan pendampingan intensif terhadap korban.

Baca juga: Disdikpora Karawang Bantah Kasus Rudapaksa di SD, Bilang Itu Urusan Kemenag karena Terjadi di MI

“Sudah dilakukan pendampingan psikologis dua kali dan penjangkauan ke lokasi bersama tim P2TP2A hari Selasa 19 September kemarin,” ucapnya.

Wakil Ketua P2TP2A Karawang, Lia Shobariah Fithri menyampaikan, pihaknya sangat menyesalkan adanya kejadian ini.

Setelah menerima Surat Tanda Terima Laporan (STTL) pada akhir bulan Agustus, P2TP2A langsung melakukan assessment dan pendampingan untuk korban.

“Langkah yang kami lakukan; pendampingan trauma healing, edukasi kepada keluarga terutama ibunya agar dalam kondisi seperti ini korban didampingi ibunya. Karena selama ini korban tinggal bersama nenek dan kakek tunanetra, sementara ayahnya sudah meninggal,” paparnya.

Baca juga: Biadab, Setahun Lebih Penjaga Sekolah di Karawang Rudapaksa Bocah SD di Ruang Kepsek

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan satgas kecamatan dan aparat desa Batujaya untuk membantu pemulihan korban dan keluarganya.

Meskipun kondisi psikis korban sudah mulai membaik, masih dibutuhkan proses pemulihan yang panjang agar korban bisa sekolah kembali.

“Dari kejadian ini, orang tua harap lebih waspada dalam pengasuhan anak. Apalagi rata-rata kejadian yang menimpa anak-anak kita, pelakunya adalah orang-orang yang ada disekitar kita,” pungkasnya. (*)