Beranda Regional PMII Dorong Karawang Harus Jadi Navigator Ekonomi Jawa Barat

PMII Dorong Karawang Harus Jadi Navigator Ekonomi Jawa Barat

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan tekanan terhadap ekonomi dan sosial, pasca pandemi COVID-19, Ekonomi global diperkirakan menuju keseimbangan baru dan Pemkab Karawang harus mampu berakselerasi dan jadi navigator ekonomi Jawa Barat

Menurut Reza selaku Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Karawang, sudah menjadi keharusan pemerintah untuk mempersiapkan pasca pandemi untuk mampu berakselerasi dan menjadi navigator ekonomi jawa barat.

“Pemerintah bersama masyarakat harus bahu membahu menekan angka penyebaran COVID-19 dan harus memiliki inovasi upaya pemulihan ekonomi ditengah pandemi dalam meningkatkan sektor ekonomi baik mikro maupun makro,” kata Reza, Jum’at (7/5/2021)

Reza juga membeberkan bahwa proses transformasi akan terjadi 4 sektor diantaranya Struktural dan digital, perilaku dan kehidupan masyarakat, pola rantai pasok, serta tatanan internasional, Itulah yang menjadi hasil kajian pemerintah pusat dalam RPJMN.

Sambung Reza, Menyikapi hal ini maka PC.PMII Karawang akan mengkonsentrasikan 3 sektor yaitu sektor kesehatan sektor ekonomi dan Sektor Pariwisata.

“Pertama dalam bidang kesehatan. hari ini situasi pandemi COVID-19 belum berakhir maka kerangka kebijakan dititik fokuskan kepada penanggulangan penyebaran COVID-19, tentunya dalam hal ini butuhnya sinegitas antara pemerintah selaku instrument kebijakan dan elemen masyarakat.” Ungkapnya.

Tak ragu, Reza mengatakan PC.PMII Karawang akan membentuk Lembaga Kesehatan PMII (LK PMII) untuk memberikan kontribusi & edukasi kepada mayarakat agar menekan angka penularan COVID-19 atau virus menular lainnya.

Kedua dalam bidang ekonomi. Dampak negatif dirasakan oleh hampir semua pelaku usaha, karena pembatasan pergerakan masyarakat (Physical distancing), dan daya beli masyarakat yang berkurang akibat krisis kesehatan yang berdampak pada resesi ekonomi.

“Menurut Kami Pelaku usaha mikro atau makro belum begitu merasakan kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah kabupaten karawang, padahal pemulihan ekonomi di tahun 2021 harus menjadi agenda konsentrasi baik itu daerah sampai ke desa sebagimana RPJMD kabupaten karawang tahun 2016-2021 dengan tema pembangunan tahun 2021 ” Peningkatan Daya Saing Daerah Dengan Meningkatkan Sektor Ekonomi Kreatif” tema ini tidak sebanding dengan keberpihakan dalam proses penggaran APBD Karawang 2021 ini.” Jelasnya.

Bhakan Reza menyikapi pernyataan dari Mendagri yang mengatakan “Kami sudah keliling ke beberapa daerah. Saya nggak ingin sebutkan, tidak enak. Hampir semua daerah itu proporsi belanja modalnya kecil. Belanja modal itu belanja yang langsung ke masyarakat baik untuk pendidikan kesehatan dan lain-lain,” Kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat Musrembang Nasional 2021, Selasa (4/5/2021)

“Dalam hal ini maka PC.PMII Karawang menilai jika saja agenda otonomi daerah tidak menciptakan suatu gagasan yang inovatif dalam proses penganggaran APBD Karawang 2021 bisa berpotensi terjadinya “Diskresi Minus Akuntabilitas” istilah biasa yang disebutkan oleh aktivis PMII Karawang.” Pungkasnya

Ketiga dalam bidang Pariwisata. Potensi dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat dibidang sektor pariwisata lokal menjadi hal yang menarik untuk dikembangkan oleh pemerintahan Kabupaten Karawang baik sektor wilayah pantai atau pegunungan jika dikembangkan akan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Karawang, Apalagi dengan momentum hari raya idul fitri tahun ini ditengah penutupan akses keluar daerah.

Maka Resolusi PMII Karawang 2021 ini untuk Kabupaten karawang sebagai berikut :

1. Meningkatkan disiplin semua unsur baik pemerintah dan masyarakat untuk disiplin terhadap 5 M

2. Mengkonsentrasikan pembangunan infrastruktur jalan dsb, untuk wilayah destinasi wisata demi terciptanya “sapta pesona” di area wisata.

3. Meningkatkan pemberian modal bagi individu/kelompok UMKM untuk pemulihan ekonomi dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten karawang.

“Kemudian dalam waktu terdekat juga PC.PMII Karawang akan melakukan langkah evaluasi dengan audensi kepada Pemerintah Kabupaten Karawang,” tutup Reza (ddi)

Artikel sebelumnyaPJs Kades Cadaskertajaya Resmi Dilantik, DPMD: Sewaktu-waktu Bisa Diberhentikan
Artikel selanjutnyaKNPI Karawang Gelar Gerakan Pemuda Sedekah