Beranda Regional Pohon Rindang Johar di Tebang, Pohon Kering Depan Pemda, PRKP Tunggu Tumbuh...

Pohon Rindang Johar di Tebang, Pohon Kering Depan Pemda, PRKP Tunggu Tumbuh di Musim Penghujan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang melakukan penebangan pohon disejumlah wilayah di Kabupaten Karawang.

Terpantau Tvberita.co.id, Kamis (21/11), Sejumlah petugas nampak sedang memangkas ranting pohon peneduh di ruas jalan Raya Johar, Kelurahan Adiarsa Timur, Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat.

Hal tersebut kontras dengan kondisi sejumlah pepohonan di depan gedung Kantor Bupati, Plaza Pemda Karawang, yang berdiri diatas pedestrian Jalan Ahmad Yani, yang nampak kering kerontang dan hanya menyisakan batang pohon yang layu.

Namun, pohon – pohon tersebut sudah beberapa lama hanya dibiarkan begitu saja, sehingga tentunya mengurangi estetika keindahan gedung pemerintahan daerah Kabupaten Karawang.

Kepala Dinas PRKP, Ramon Wibawalaksana mengatakan, Dinas nya memang sengaja tidak menebang pohon – pohon di depan halaman gedung kantor Pemda Karawang, karena berharap jika datang musim hujan akan tumbuh rindang kembali.

Namun demikian lanjut Ramon, jika nanti pohon – pohon tersebut ternyata tidak bisa lagi tumbuh maka pihaknya akan segera melakukan pergantian.

“Tadinya berharap kalo hujan jadi hidup lagi, Iya, kalau terus mati, nanti kita ganti,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Salah seorang Staf Dinas PRKP, Dayat, yang nampak sedang mengawasi pekerja, kepada Tvberita.co.id menuturkan penebangan pohon tersebut dilakukan untuk melakukan antisipasi menjelang datangnya musim hujan. Karena dikhawatirkan ada pohon yang renggas dan tumbang.

“Kita melakukan perampingan pohon bukan berati melakukan penggundulan atau menebang pohon, hanya untuk menjaga agar tidak berpotensi tumbang,” kata Dayat.

Disebutkan Dayat, saat ini ia hanya menebang 3 pohon saja, terkait kemudian apakah masih ada pohon – pohon lain yang akan di rampingkan ia masih menunggu instruksi dari bidang terkait.

“Sementara ini hanya 3 pohon, namun kalau anak – anak pekerja sudah tidak sanggup bisa dikerjakan besok lagi,”tandasnya. (Nna/dhi)