PURWAKARTA-Program gentengisasi nasional yang digagas oleh Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat melalui distribusi genteng secara masif ke berbagai wilayah Indonesia dan sekaligus mendorong penggunaan produk dalam negeri dimulai Bulan April 2026 ini.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait yang melakukan kunjungan kerja ke sentra produksi genteng di Plered, tepatnya di PG Padi Super, Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (14/4).
Dalam kunjungannya, Maruarar Sirait didampingi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Bupati Kabupaten Purwakarta Saepul Bahri Binzein bertemu dengan 72 perajin genteng lokal untuk diberikan pengarahan dan sosialisasi terkait pelaksanaan program nasional tersebut.
Tahap awal program ditandai dengan pengiriman sekitar 44.000 genteng dari Plered, sebagai bentuk kontribusi nyata perajin lokal dengan dukungan pemerintah yang terlibat aktif dengan para pengerajin dalam mendukung program strategis ini.
Keterlibatan sentra genteng Plered ini pun tidak lepas dari usulan Dedi Mulyadi yang sebelumnya telah dibahas bersama Menteri PKP dalam pertemuan di Jakarta pada Maret 2026.
Saat mendampingi Maruarar Sirait, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa selama ini genteng dari Jatiwangi telah lebih dulu digunakan dalam program gentengisasi.
“Daerah lain di Jawa Barat, termasuk Plered, juga memiliki kualitas produk yang tidak kalah baik dan layak untuk menembus pasar nasional,” ujar Dedi Mulyadi.
Program gentengisasi nasional membuka peluang besar bagi penguatan industri lokal, khususnya bagi para perajin genteng di Plered, selain memperluas akses pasar hingga tingkat nasional, program ini juga mendorong pertumbuhan industri keramik dan bahan bangunan di Jawa Barat.
Distribusi dalam skala besar, yang melibatkan ratusan truk genteng, diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan para pelaku usaha lokal.
“Keterlibatan aktif perajin genteng lokal sangat membantu kelancaran program, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mengutamakan produk dalam negeri,”tegas Maruarar.
Program gentengisasi nasional tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah, memberdayakan industri lokal, serta mendorong pemerataan peluang usaha di berbagai sentra produksi.(trg)









