Beranda Hukum Kasus Penjualan Tanah TPU Campaka Sari Masih Simpang Siur

Kasus Penjualan Tanah TPU Campaka Sari Masih Simpang Siur

PURWAKARTA-Dugaan penjualan TPU Desa Campaka Sari Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta hingga hari ini belum menemukan titik terang, diduga banyak pihak yang menyembunyikan permasalahan tersebut.

Walau sempat ditangani oleh Mapolres Purwakarta dan berakhir dengan pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Purwakarta dan hasil dari pemeriksaan ada kerugian sekitar Rp. 600 Juta, namun apakah anggaran yang harus dikembalikan tersebut sudah masuk ke kas desa, hingga hari ini belum ada kepastian secara jelas.

Bendahara Desa Campaka Sari saat dihubungi mengatakan bahwa anggaran tersebut sudah kembali ke kas desa.

“Permasalahan ini sudah lama selesai, dan anggaran sudah kembali ke kas desa,”jelas Diki bendahara Desa Campaka Sari saat dihubungi Senin (20/9)

“Setahu saya berita itu sudah di urus dan sedang di buatkan surat-suratnya oleh PPAT, silahkan saja tanya yang bersangkutan (Mantan Kepala Desa Campaka Sari),”ungkapnya

“Itu sudah di laksanakan dan sudah di kembalikan. Dan sudah beres masalahnya, Sekdes dan Bamusdes juga tahu,”tegasnya

Saat ditanyakan apakah anggaran sebesar Rp. 600 Juta tersebut kembali ke kas desa dan masih utuh hingga saat ini.

“Saya mau ke mesjid dulu pak, urusan dunia nanti di kantor saja,”ujar Diki singkat

Beredar kabar bahwa TPU yang dibeli oleh salah satu pengusaha asal Jakarta sudah dibatalkan sertifikatnya oleh BPN, namun simpang siur tentang pembatalan dan tanah pengganti hingga hari ini belum jelas.

Bahkan Sekdes Campaka Sari sendiri saat dihubungi mengaku tidak tahu banyak terkait permasalahan tanah tersebut.

“Memang sudah kembali ke kas desa, jumlahnya Rp.615 Juta,”jelas Sekdes Campaka Sari Lia Susanto Senin (20/9)

“Anggaran itu digunakan untuk pengadaan tanah lagi, infonya ada sekitar 10.100 M2, dan tersebar dibeberapa titik ada di RW 04 dan RW 01 tapi masih diwilayah Desa Campaka Sari,”ungkapnya

“Saya tidak tahu persis, yang mengurus administrasinya pak Abdul Kohar Kasi Kesejahteraan Desa Campaka Sari, silahkan saja tanya ke beliau,”ungkapnya

Sebelumnya terkait kasus penjualan tanah TPU ini dilakukan oleh Kepala Desa Campaka Sari Abdul Kodir yang masih menjabat pada saat itu, yang kini sudah berakhir masa jabatannya, dan Abdul Kohar Kasi Kesejahteraan sebagai panitia pembelian tanah TPU tersebut dan berujung kepada dugaan penyalahgunaan anggaran, sehingga ditemukan kerugian negara setelah ditangani oleh Unit III Tipidkor Polres Purwakarta dan hasil audit Inspektorat Kabupaten Purwakarta, Abdul Kodir dan Abdul Kohar juga diketahui merupakan kakak beradik. (trg)

Artikel sebelumnyaNekad Jual Obat Terapi Covid-19, Empat Orang Diringkus
Artikel selanjutnyaMilenial Karawang Banyak Minati Kesenian Wayang Golek