Beranda Purwakarta Proyek SPAM Diduga Tak Ikuti SOP

Proyek SPAM Diduga Tak Ikuti SOP

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID – Kebocoran pipa SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Kampung Karang Anyar Desa Maracang Kecamatan Babakancikao mengakibatkan dua wilayah tergenang air.

Diduga pemasangan pipa yang dilakukan tidak mengacu kepada SOP pemasangan pipa, akibatnya warga dirugikan dengan genangan air yang sangat mengganggu.

PT Adhi Karya disebut-sebut sebagai kontraktor pengerjaan proyek pipanisasi tahap dua di lokasi Kampung Karang Anyar dan Perum Graha Marina 1 RW 08 Desa Maracang tidak mengikuti SOP.

Rustam salah satu warga mengatakan, kejadian pipa bocor bermula di Kampung Karang Anyar Lalu melebar ke Perum Graha Marina warga pun meminta pertanggung jawaban dari pihak pengembang proyek.

“Ada 30 rumah yang terdampak. Semoga bekas galian-galian sambungan SPAM segera dirapikan kembali,” kata Rustam, Senin (16/9).

Pihak pengembang diminta bertanggung jawab bilamana pengerjaan proyek ini berdampak pada kerusakan lingkungan sekitar.

Sementara itu, pelaksana proyek SPAM dari PT Adhi Karya, Azis mengungkapkan, jika kebocoran yang terjadi ini dalam masa uji coba. Dikarenakan pipa yang sudah terpasang belum stabil.

“Akibat dari tekanan air yang begitu kuat, maka dalam uji coba kebocoran akan terjadi,”jelasnya.

“Kebocoran sebelumnya sudah diperbaiki, tetapi kini terjadi lagi pada titik yang berbeda,” kata Azis.

Ia pun mengakui, jika hasil pemasangan pipanisasi ini belum ditutup cor beton.

“Seharusnya, langkah itu dilakukan agar bila terjadi kebocoran tidak meluber,” ujar dia.

“Diperkirakan perbaikan akan menghabiskan waktu sekitar sepekan,”tegasnya.

Atas insiden ini, PT Adhi Karya melakukan ganti untung kepada warga dengan memberikan kompensasi sejumlah uang bagi warga yang rumahnya terkena luberan air. PT Adhi Karya terlihat membersihkan lumpur dari rumah warga dibantu oleh pegawai dan petugas PDAM Purwakarta.

Sementara Dirut PDAM Purwakarta sendiri belum bisa ditemui untuk diminta keterangannya, berhembus kabar Dirut PDAM sendiri jarang berada dikantor. (trg/dhi)

Komentar Facebook