
Salah satu inovasi penting adalah Pilot Project di Kampung Cijati, Desa Tegalsari. Program ini memanfaatkan Bank Sampah “Sari Asih” dan melibatkan warga sejak awal. Edukasi dilakukan langsung ke rumah, pemilahan dilakukan dengan dropbox, ember, stiker, hingga gerobak sorong. Sampah organik diolah jadi kompos, anorganik ke bank sampah, sementara sisa makanan dimanfaatkan ulang.
Hasilnya, hingga Februari 2025 sebanyak 71 kepala keluarga di RW 05 Desa Tegalsari sudah aktif memilah sampah rumah tangga menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan residu.
Baca juga: Akses Jalan Desa Sukasari Purwakarta Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Positif
“Indikator keberhasilan adalah ketika sampah masuk TPST sudah terpilah. Pilot project ini harus bisa direplikasi ke wilayah lain,” ujar Ketua CPMU ISWMP, Sandhi Eko Bramono.
Pilot project ini bukan hanya teknis, melainkan upaya membentuk budaya baru: budaya memilah, budaya peduli, dan budaya menjaga lingkungan sebagai identitas komunitas. (*)








