Beranda Karawang Ramai Temuan Beras Berkutu di Gudang, Bulog Karawang Jamin Tetap Aman

Ramai Temuan Beras Berkutu di Gudang, Bulog Karawang Jamin Tetap Aman

Beras berkutu bulog karawang
Pimpinan Cabang Bulog Karawang, Rafki Ismael bersama pihak PT BGR Logistic Indonesia.

KARAWANG — Warga di sekitar kawasan Gudang Genesis Tunggakjati, Karawang, mengeluhkan serangan hama kutu beras yang diduga berasal dari kompleks pergudangan.

Hama jenis tribolium tersebut dilaporkan mulai keluar dari area perimeter luar gudang dan mengganggu kenyamanan warga, terutama di kawasan pemukiman yang berdekatan dengan komplek tersebut.

Merespons ramainya keluhan tersebut, Perum Bulog Cabang Karawang bersama mitra pengelola gudang tersebut, PT BGR Logistik Indonesia, buka suara.

Baca juga: Bingung Libur Sekolah ke Mana? Swiss-Belhotel Karawang Siapin Diskon dan Wahana Seru untuk Anak Nih

Pimpinan Cabang Bulog Karawang, Rafki Ismael, menyebut pihaknya berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait lingkungan secara cepat dan terukur.

Dapat di informasikan bahwa beras yang tersimpan dilakukan upaya pengendalian pencegahan dan penanganan terhadap hama melalui standar PHGT (Pengelolaan Hama Gudang Terpadu).

“Pelaksanaan PHGT terus kami lakukan dan perketat lagi sebagai tindak lanjut dari penanganan hama. Sudah kami diskusikan juga bersama pihak Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan dari Kecamatan serta Kelurahan setempat,” katanya di Kantor Bulog Karawang, Rabu (1/7).

Baca juga: Remaja 14 Tahun Tenggelam di Pintu Air KW 15 Karawang, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Fumigasi Menyeluruh Cegah Dampak Meluas

Sebagai langkah konkret pencegahan dan mitigasi terhadap pengendalian hama agar hama, Rafki mentebut bahwa tim pengendali hama akan melakukan proses fumigasi (pengasapan zat khusus) secara serempak.

“Tindakan yang kami ambil adalah fumigasi serempak. Ada sekitar 30-an unit gudang di sana yang diaplikasikan fumigasi secara berkala, di mana setiap unit akan ditutup rapat selama 10 sampai 14 hari saat proses perawatan berlangsung.”

“Ini merupakan langkah mitigasi ketat agar unit gudang lainnya terlindungi dan tidak ikut terdampak,” jelas Rafki.