KARAWANG – Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang sepanjang tahun 2025 mulai menunjukkan dampak nyata. Sejumlah lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Karawang tercatat telah terserap ke dunia industri, sementara sebagian lainnya memilih jalur wirausaha mandiri.
Kepala Bidang Bina Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Disnaker Karawang, Puspita Wulansari, mengatakan seluruh rangkaian pelatihan kerja telah rampung dalam tiga tahap, dengan tahap terakhir berakhir pada 19 Desember 2025.
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Baca juga: Tiga Tahun Terakhir, Jumlah Warga Miskin Karawang Terus Menurun, Kini Jadi 169 Ribu Jiwa
“Sepanjang 2025, Disnaker Karawang melaksanakan 32 paket pelatihan dengan total 512 peserta. Setiap paket diikuti 16 peserta dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Puspita.
Menurutnya, kejuruan pelatihan yang diberikan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, teknik las, teknik listrik, otomotif, alat berat, elektronika, hingga teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pariwisata, garmen, tata kecantikan, serta satuan pengamanan. Program ini juga bersifat inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam dua sesi pelatihan khusus.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, mengungkapkan bahwa hasil pelatihan tersebut telah membuka peluang kerja bagi para lulusan. Dari total peserta PBK, sekitar 183 orang atau 36 persen tercatat telah terserap ke dunia kerja melalui perusahaan-perusahaan mitra UPTD BLK Karawang.














