
“Angka itu merupakan data yang terlapor. Di lapangan, kemungkinan jumlahnya lebih besar karena banyak alumni yang sudah bekerja namun tidak menyampaikan laporan penempatan,” kata Rosmalia.
Baca juga: Simsalabim ala Karawang Theatre Night Mart: Nekat Buka Meski Belum Berizin
Selain terserap industri, sejumlah lulusan BLK juga memilih mengembangkan usaha secara mandiri. Mereka membuka usaha di bidang tata rias dan kecantikan, jasa servis dan perawatan AC, tata boga dan barista, hingga bengkel dan servis sepeda motor.
Rosmalia menegaskan, pelatihan BLK tidak semata-mata berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja.
“Kami berharap ke depan, lulusan BLK yang sudah bekerja maupun berwirausaha dapat lebih aktif melaporkan perkembangannya, agar data serapan tenaga kerja semakin akurat dan program pelatihan bisa terus diperkuat,” ujarnya. (*)










