Beranda Regional Redam Konflik Pemilu dengan Pendekatan Budaya

Redam Konflik Pemilu dengan Pendekatan Budaya

BANDUNG, TVBERITA.CO.ID- Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet mengungkapkan perlunya pendekatan nilai-nilai budaya untuk meredam potensi konflik jelang Pemilu 2019 di berbagai tingkat daerah.

Selain itu, ujar Adiyana, perlunya pola koordinasi yang tegas dan harmonis antara pemerintah dan Polri untuk menciptakan situasi pemilu yang kondusif. Tentunya dengan pendekatan nilai-nilai budaya yang berada di masing-masing daerah.

“Untuk mengantisipasi konflik-konflik yang tidak produktif, dalam menyikapi itu semua Polri harus mampu mengidentifikasi potensi-potensi gangguan keamanan karena stabilitas kemanan ini merupakan jaminan bagi terselenggaranya pemilu legislatif dan pemilu presiden berjalan dengan lancar tanpa demokrasi sentimentalitas yang akan mengarah pada konflik SARA,” kata Adiyana, Selasa (20/11). Pendekatan budaya ini juga harus dilakukan Polri untuk mencegah penyebaran ujaran kebencian dan hoaks yang begitu masif di media sosial.

“Menyoal itu semua dengan melakukan pendekatan dengan nilai-nilai budaya dimana Polri ditugaskan merupakan cara-cara yang rasional terlebih ikatan etnofilosofis menjadi hal yang menyejukan untuk membangun situasi yang kondusif, aman dan damai,” katanya.

 ia pun mengapresiasi program Bandung Sauyunan yang diinisiasi Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema. “Program Bandung Sauyunan merupakan salah satu yang menyetuh masyarakat untuk membangun stabilitas keamanan di Kota Bandung dengan sentuhan nilai-nilai budaya dalah hal ini Budaya Sunda,” ujarnya.

“Agar program itu sentuhannya hubungan Polri dan masyarakat begitu cair dengan mewujudkan Kamtibmas dengan melakukan safari ke kecamatan-kecamatan, bertemu langsung dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda komunitas pecinta otomotif dan kalangan mahasiswa menjaga kondusiifitas menjelang pemilu 2019, sehingga ada konsep yang dibangun dan di implementasikan keamanan semesta,” ujar Adiyana.

Adiyana menilai, mengawal pesta demokrasi 2019 bukan hanya tugas dari pemerintah dan Polri semata. Namun menjadi tanggung jawab dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk terpeliharanya keamanan agar Pemilu 2019 dapat berjalan lancar serta dalam suasana yang kondusif dengan menjaga stabilitas kemana dalam negeri,” katanya.(kb)