Beranda Regional Penjelasan Isu “Revenge Porn” terhadap Alumni UBP Karawang di Media Sosial

Penjelasan Isu “Revenge Porn” terhadap Alumni UBP Karawang di Media Sosial

Menanggapi informasi yang diterima oleh Universitas Buana Perjuangan Karawang (UBP Karawang) pada Hari Senin tanggal 15 Maret 2021 terkait isu yang beredar di media sosial tentang salahseorang alumni UBP Karawang yang menjadi korban berita-berita negatif yang diistilahkan sebagai “Revenge Porn”.

Hal tersebut ditindaklanjuti dengan cepat oleh Rektor UBP Karawang Dr. H. Dedi Mulyadi, SE, MM yang pada hari itu juga langsung membentuk Tim Investigasi yang dikoordinasi oleh Dekan Fakultas Hukum UBP Karawang yang bertugas :

  1. Menginventarisasi informasi-informasi yang beredar di media sosial terkait masalah tersebut;
  2. Melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak yang berkaitan yakni Koordinator Program Studi Farmasi, Dekan Fakultas Farmasi, bahkan dengan korban yang bersangkutan guna memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan;
  3. Melakukan upaya-upaya hukum yang diperlukan dalam rangka melakukan pendampingan terhadap korban dan seoptimal mungkin tetap menjaga nama baik dan kehormatan institusi UBP

Dari hasil inventarisasi data yang beredar di media sosial setelah dikonfirmasi dengan Koorprodi dan Dekan Fakultas Farmasi serta korban yang bersangkutan, diperoleh kesimpulan awal sebagai beikut :

  1. bahwa benar korban adalah alumni Fakultas Farmasi UBP Karawang angkatan pertama yang Lulus Yudisium pada tanggal 5 Agustus 2019;
  2. bahwa tidak ada hal yang patut dicurigai atau perilaku menyimpang dari korban selama menjadi mahasiswa UBP Karawang sampai dengan yang bersangkutan menyelesaikan studinya tepat waktu dengan nilai akademis yang baik dan predikat “Sangat Memuaskan”;
  3. TIDAK ADA dan sama sekali TIDAK BENAR isu tentang foto syur apalagi video asusila yang diperankan oleh korban, hal tersebut dijelaskan dengan tegas oleh korban bahkan Tim Investigasi UBP Karawang dibantu oleh Tim Cyber UBP Karawang sama sekali tidak menemukan jejak tentang hal tersebut dari hasil penelusuran di media sosial. Adapun foto yang “diblur” di media sosial yang diunggah dan diklaim oleh pelaku sebagai foto atau video asusila, adalah bukan foto korban. Dengan demikian Tim Investigasi UBP Karawang menduga bahwa perbuatan Pelaku adalah upaya “character assassination” baik terhadap korban, keluarga korban, selaku perseorangan, ataupun terhadap UBP Karawang sebagai institusi pendidikan yang berbadan hukum;
  4. Pada tanggal 18 Maret 2021 Tim Investigasi UBP Karawang melakukan konsultasi dengan Polres Karawang, dan keesokan harinya melakukan koordinasi dengan korban, orang tua korban, organisasi kemahasiswaan, dan salahsatu ormas yakni Pemuda Batak Bersatu (PBB) yang didalamnya terdapat mahasiswa-mahasiswa UBP Karawang yang juga turut merasa dirugikan atas isu yang beredar di media sosial tersebut berkaitan dengan SARA;
  5. Pada tanggal 20 Maret 2021, Tim Investigasi UBP Karawang bersama korban, orang tua korban, organisasi mahasiswa, dan ormas PBB menyampaikan Pengaduan ke Polres Karawang

Korban didampingi Direktur LKBH UBP Karawang Irma Garwan, SH., MH yang adalah salahseorang anggota Tim Investigasi UBP Karawang bersama ormas PBB menyampaikan pengaduan atas delik-delik pidana terkait pasal-pasal sebagai berikut :

  • Pasal 27 ayat (3), Pasal 28 ayat (2), Pasal 36, Pasal 51 (2) UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik;

 

  • Pasal 45 ayat (3), Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik;
  • Pasal 310 ayat (2), dan Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum

Argumentasi terkait bahwa objek penghinaan atau penyerangan terhadap kehormatan/nama baik haruslah orang perseorangan dan bukan badan hukum, maka kajian yang harus digunakan adalah Tafsir Ekstentif, yaitu memperluas makna dari objek “kehormatan” yang tidak saja melekat pada diri seseorang tetapi juga pada badan hukum. Tafsir ini tidak dimaksudkan untuk melanggar Asas Legalitas, karena yang ditafsirkan bukan perbuatannya akan tetapi objek dari perbuatan tersebut. Memang dalam konteks hukum pidana kontemporer yang dianut oleh KUHP, badan hukum tidak digolongkan sebagai subjek maupun objek hukum. Namun dalam perkembangannya, khususnya teori-teori subjek hukum, badan hukum digolongkan sebagai subjek hukum yang posisinya sama dengan orang perseorangan. Dengan mengacu pada perkembangan teori subjek hukum yang modern, maka badan hukum juga memiliki kehormatan, sehingga perbuatan yang menghina badan hukum juga dapat digolongkan sebagai delik pidana. Dalam hal ini UBP Karawang yang berada dibawah naungan Yayasan Buana Pangkal Perjuangan Karawang (YBPPK) juga membuat Pengaduan sehubungan dengan upaya-upaya pelaku, menghina dan menyerang kehormatan serta nama baik institusi UBP Karawang hal ini tidak hanya menyangkut kerugian baik materil atau immateril yang dapat diselesaikan secara perdata, akan tetapi menyangkut institusi pendidikan yang tidak hanya menjunjung tinggi nilai-nilai intelektualitas akan tetapi lebih utama adalah nilai-nilai moralitas.

Demikian Press Release ini kami sampaikan sebagai klarifikasi atas isu yang beredar di media sosial dan mengajak khususnya civitas akademika UBP Karawang agar tetap bijak dalam menggunakan media sosial, untuk selanjutnya bersama-sama mengawal penyelesaian kasus ini oleh para Penegak Hukum.

Terima Kasih

Karawang, 25 Maret 2021

 

Tim Investigasi

Universitas Buana Perjuangan Karawang

Artikel sebelumnyaPemkab Dorong Peran Mojaka dalam Pembangunan
Artikel selanjutnyaGiat Kring Serse, Polres Karawang Amankan Remaja Pembawa Senjata Tajam