Beranda Regional RS Karawang tak Bisa Tampung Pasien Covid, Satgas Kewalahan

RS Karawang tak Bisa Tampung Pasien Covid, Satgas Kewalahan

Satgas Penanganan COVID-19 Karawang sudah kewalahan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19. Rumah sakit di Karawang sudah tidak bisa lagi menampung pasien COVID-19 sehingga terjadi antrean panjang di instalasi gawat darurat.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Karawang, dr Fitra Hergyana menuturkan, di RSUD Karawang terdapat antrean 40 pasien COVID-19 yang bergejala sedang sampai berat dan belum mendapatkan perawatan.

Padahal, RSUD Karawang sudah menaikkan kapasitas ranjang sampai 57 persen dari total seluruh ranjang yang tersedia di rumah sakit.

“200 bed sudah habis. IGD penuh. Kami pun mendirikan tenda darurat yang sebagian sudah terisi penuh,” kata Fitra yang juga Plt Dirut RSUD Karawang ini dalam konferensi pers, Jumat (2/7) di Aula Husni Hamid Pemda Karawang.

Karawang juga kekurangan tenaga kesehatan. Saat ini 115 tenaga kesehatan di RSUD Karawang terkonfirmasi positif. 400 tenaga kesehatan di Puskesmas seluruh Karawang pun terkonfirmasi positif sehingga harus menjalani isolasi.

“Bukannya kami tidak mau melayani maksimal tapi Nakes kami sudah tumbang dan kelelahan. Keadaan Karawang sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat Karawang kami minta disiplin 5M. karena tanpa peran serta masyarakat, PPKM tidak akan maksimal,” sambung Fitra.

Fitra menuturkan, 70 persen pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit menderita sesak napas. Beberapa rumah sakit juga kehabisan stok oksigen untuk menangani pasien dengan gejala kesulitan bernapas.

“Ada beberapa rumah sakit kekurangan suplai oksigen karena pemakaian meningkat. Tapi 20 rumah sakit stoknya masih aman. Lima rumah sakit yang belum aman. Karena memang ada rumah sakit yang kerja sama dengan distributor sehingga pasokannya terbatas. Tapi yang bekerja sama dengan vendor stoknya aman.”

Mulai besok, Kabupaten Karawang jadi salah satu daerah yang akan menerapkan PPKM Darurat Jawa Bali.

“Kami lakukan penguatan sampai ke tingkat RT RW. Setiap hari akan dilaksanakan operasi yustisi dengan sidang di tempat. polri akan melaksanakan operasi Aman Nusa. Target kami tracing lima ribu orang per hari,” sambung Fitra.

Sampai saat ini, kata Fitra, ada 2.800 warga Karawang yang menjalani isolasi mandiri. Dan seribu orang lebih pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Artikel sebelumnyaPemkot Bekasi Sebar SE Tentang PPKM Darurat
Artikel selanjutnyaDukung PPKM Darurat, Gerindra Karawang Dorong Industri Punya Ruang Isolasi Sendiri