Beranda Regional RS Lira Medika PHK Sepihak Karyawannya yang Sedang Hamil

RS Lira Medika PHK Sepihak Karyawannya yang Sedang Hamil

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Rumah Sakit Lira Medika Karawang diduga melakukan PHK (Pemberhentian Hubungan Kerja) kepada karyawannya yang sedang hamil, Refi Fitri Nasution (38) yang menjabat sebagai Manager Customer Care di rumah sakit tersebut.

“Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba saya dipecat. Dengan kejadian ini, psikologis saya terganggu, saya ini sedang hamil, saya stres, saya harus bagaimana untuk mencari keadilan,” kata Refi mengiba.

Kepada Tvberita.co.id, perlahan Refi yang nampak tidak dapat membendung air mata kekecewaannya menuturkan kronologis kejadian yang menimpa dirinya tersebut.

Diuraikan Refi, pada tanggal 6 November 2019 lalu, ia mendapatkan surat berisi perundingan dari pihak managemen RS Lira Medika, Yuven, yang merupakan Manager HRD di RS swasta tersebut.

“Saya menanyakan kepada HRD, ini surat perundingan apa, dan saya meminta waktu untuk bertemu HRD dan Manager dan pada tanggal 7 November kami bertemu saat itu juga langsung dinyatakan PHK. Inikan aneh, selama ini teguran secara lisan, surat tidak pernah ada kok tiba-tiba dipecat,” ungkapnya menjelasakan.

Tak terima, Ia pun terus berupaya mencari tau penyebab ia dipecat secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

“Saya terus menanyakan kepada HRD dan Manager, namun jawaban mereka itu dengan alasan bahwa jabataan saya sudah tidak dibutuhkan lagi, tapi yang lucu kok sekarang saya dapat informasi diisi orang lain, artinya alasan tersebut mengada-ngada,” kata Refi menandaskan.

“Saya disuruh resign dengan diiming-imingi uang pesangon, seratus juta lebih tapi saya menolak, saya tidak mau terima pesangon, jawaban mereka ini sudah keputusan manageman, sekarang juga ibu serahin fasilitas, seperti laptop,” tambahnya.

Refi mengaku akan terus berjuang mencari keadilan, karena PHK sepihak yang ia alami oleh Rumah Sakit Lira Medika membuatnya kehilangan pekerjaan.

Kuasa Hukum Refi, Amir Hamzah, SH,MH, mengatakan, tindakan Rumah Sakit Lira Medika salah besar, karena secara aturan orang hamil tidak bisa dipecat.

“Kami ke Disnakertrans itu memenuhi undangan, kan perusahaan mengajukan perselisihan ke Disnakertrans supaya cepat-cepat mensahkan PHK itu, bayar pesangon. Tapi ini persoalannya kalau kita lihat diduga diskriminatif, secara aturan kan ga boleh orang hamil di PHK,” kata Amir.(nna/dhi)