Beranda Karawang RSUD Karawang Kenalkan Layanan Pemecah Batu Ginjal Tanpa Bekas Luka

RSUD Karawang Kenalkan Layanan Pemecah Batu Ginjal Tanpa Bekas Luka

Layanan ginjal rsud karawang
RSUD Karawang kenalkan layanan pemecah batu ginjal tanpa bekas luka. Foto: istimewa

Setelah proses ESWL selesai, pasien yang diberikan obat pereda rasa nyeri pinggang. Pasien yang telah melakukan ESWL dan mempunyai riwayat batu ginjal tidak dapat mengkonsumsi makanan yang menimbulkan asam urat.

Baca juga: Khasiat Daun Pepaya Bagi Kesehatan, Dapat Atasi DBD

“Batu akan keluar kita proses berkemih, pasien akan menemukan pecahan batu kecil yang keluar. Pasien laki-laki akan lebih terasa dibandingkan perempuan. Saluran kencing pada perempuan lebih kecil sekitar 3 sampai 4 centimeter. Obat akan diberikan selama 2 sampai 3 hari. Pantangan pasti ada, kita selalu menganjurkan pasien untuk mengurangi diet yang menyebabkan asam urat. Seperti contohnya dilarang jengkol, Pete, sayuran hijau seperti daun singkong, daun kangkung, emping, seafood seperti kerang, kepiting,” imbuhnya.

Selain itu pasien wajib mengkonsumsi air putih minimal 3 liter dalam satu hari. Pasien juga wajib melakukan olahraga dan mengurangi makanan yang tinggi asam urat. Meski tidak diperbolehkan mengkonsumsi daun singkong dan kangkung, namun pasien masih diperbolehkan mengkonsumsi jenis sayur yang lain.

“Masih banyak seperti tomat, brokoli, wortel. Makan protein masih boleh, ikan juga masih boleh, daging kambing, ayam boleh. Baru ginjal itu biasanya pasien mengeluh kandungan berkemih seperti nyeri pinggang yang hilang timbul dan menjelar ke bagian bawah. Untuk mencegah terjadinya batu ginjal, pasien wajib minum air putih minimal 2½ liter atau 3 liter per hari, kurangi makanan yang tinggi asam urat, tetap melakukan olahraga,” pungkasnya. (*)