Beranda Regional Satgas Saber Pungli; Dari Lahir sampai Mati Rawan di Pungli

Satgas Saber Pungli; Dari Lahir sampai Mati Rawan di Pungli

KARAWANG-Dalam Kegiatan Focus Group Discussion Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Jawa barat bersama Sekertaris Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) mengajak untuk memerangi budaya pungli.

Turut hadir dalam diskusi publik tersebut yaitu Wakapolres Karawang, Kepala DPMPTSP Kabupaten Karawang, Ketua DPD Apersi Jawa Barat, Kepala Imigrasi Karawang, perwakilan BPN Karawang dan pengurus serta anggota Apersi Kabupaten Karawang.

Irjen Pol Dr. Agung Makbul Drs.,SH.,MH selaku Sekertaris Satgas Saber Pungli Republik Indonesia mengajak segenap komponen masyarakat bersama-sama pemerintah mengikis habis praktek pungli di Indonesia.

“Siklus hidup manusia Indonesia, mulai dari lahir hingga mati rawan dipungli, saat baru lahir dibuatkan akte kelahiran hingga meninggal dibuatkan surat kematian. Kalau tidak memberikan “uang pelicin” prosesnya bebelit-belit dan waktunya lama. Kata Irjen Pol Makbul di Resinda Hotel. Rabu (21/4/2021)

Selanjutnya saat memproses layanan di bidang pendidikan, mengurus segala macam perizinan dan sertifikat, serta mencari kerja orang rawan dipungli. Begitu seterusnya hingga ketika harus mengurus surat nikah, surat keputusan jabatan dalam bekerja, sampai surat pensiun, masih juga rawan dipungli.

“Pungli benar-benar merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itu pungli harus diberantas agar ke Indonesia menjadi negara yang lebih baik,” jelas Makbul.

Makbul menambahkan meskipun pungli pada sentra-sentra pelayanan publik dari segi jumlah uangnya kecil, namun secara keseluruhan nilai keugiannya besar. Karena itu, pungli harus dikikis mulai dari yang kecil-kecil.

“Terkait dengan Apersi, banyak rawan terjadinya pungli pada saat pengurusan izin seperti izin lokasi, amdal lalin, pemecahan sertifikat tanah, pembuatan IMB dsb,” pungkasnya.

Satgas Saber Pungli sangat berharap peran aktif masyarakat sebagi pengawas eksternal apabila ada temuan temuan praktek pungli segera melaporkan ke satgas saber pungli Kabupaten, tentunya dilandasi dengan fakta fakta dan bukti yang konkrit.

“Jangan pernah berhenti mengkampanyekan pemberantasan pungli, karena kalau pungli dibiarkan, maka mental bangsa Indonesia akan hancur dan negara kita akan terpuruk,” tutupnya (ddi)

Artikel sebelumnyaPemkot Bekasi Sudah Rencanakan Penyekatan Larangan Mudik
Artikel selanjutnyaAtasi Potensi Kenaikan Harga, Pemkot Bekasi Gelar Operasi Pasar Murah