Beranda Karawang Satpol PP Karawang Tingkatkan Patroli Malam Antisipasi Tawuran

Satpol PP Karawang Tingkatkan Patroli Malam Antisipasi Tawuran

KARAWANG — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang meningkatkan patroli ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), khususnya pada malam hari, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi tawuran di sejumlah titik rawan.

Kasatpol PP Karawang Basuki Rahmat melalui Kasi Opsdal Tata Suparta mengatakan, patroli dilakukan secara rutin pada siang dan malam hari. Pada siang hari, patroli difokuskan untuk mencegah aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti keberadaan pengemis, pengamen dan gelandangan di sejumlah titik rawan.

Sementara pada malam hari, patroli ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai gangguan trantibum, termasuk tawuran yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Baca juga: Kekeringan Ancam Sawah Karawang, DPKPP Kejar Target Produksi 1,41 Juta Ton GKP

“Patroli trantibum malam hari ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aktivitas masyarakat yang berdampak gangguan trantibum, di antaranya tawuran,” kata Tata, Selasa (29/9).

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian petugas antara lain wilayah Lamaran, Maja Margasari, Karawang Timur, Jalan Lingkar Utara, Jalan Tuparev, Jatirasa, Jembatan Gantung Telukjambe dan sejumlah wilayah lain yang terdeteksi memiliki potensi tawuran.

Menurut Tata, selain kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), Satpol PP juga menyiagakan Patroli Reaksi Cepat (PRC) di Markas Satpol PP Karawang. Petugas dapat langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

“Layanan pengaduan masyarakat 24 jam. Begitu menerima pengaduan melalui portal TANGKAR Diskominfo, call center SIPAPOL Satpol PP maupun media sosial, petugas langsung meluncur ke TKP,” ujarnya.

Tata menyebut, beberapa penanganan tawuran secara langsung juga telah dilakukan. Di antaranya pada malam Ramadan menjelang waktu subuh di kawasan depan Pindodeli 1 serta kejadian di wilayah Lamaran pada Juni lalu.

Sementara untuk kejadian di kawasan Tuparev, petugas melakukan penanganan pascakejadian melalui patroli dialogis dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar, termasuk perangkat lingkungan seperti RT dan RW.

Baca juga: Tak Cuma Berdebu, Perbaikan Jalan di Galuh Mas Karawang juga Sebabkan Sejumlah Pemotor Celaka

“Termasuk di Jalan Lingkar Utara depan Gedung Charles, saat petugas patroli ke lokasi, pelaku tawuran sudah membubarkan diri. Tinggal masyarakat yang menonton dan berkumpul,” katanya.

Meski demikian, Tata menyebut gangguan berupa tawuran masyarakat secara umum mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pelakunya pun mayoritas merupakan kelompok usia remaja.

“Tawuran masyarakat biasa, tapi usia remaja rata-rata pelakunya. Sudah menurun dari tahun sebelumnya,” ucapnya.

Untuk tawuran antarpelajar, lanjut Tata, sepanjang tahun ini belum ditemukan kejadian serupa. Satpol PP juga rutin melakukan patroli Bingen (Pembinaan Generasi Muda) ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai ketertiban umum.

Baca juga: 3 Ribu Lebih Anak Putus Sekolah di Karawang Dapat Bantuan Beasiswa PKBM

Patroli tersebut terutama menyasar sekolah yang sebelumnya terdapat laporan siswa berkeliaran atau nongkrong di luar lingkungan sekolah saat jam belajar.

“Kalau untuk tawuran pelajar, alhamdulillah di tahun ini sudah tidak terjadi. Kami Satpol PP sering melakukan patroli Bingen ke sekolah-sekolah, memberikan edukasi terkait penyelenggaraan ketertiban umum,” katanya.

Tata menegaskan, menjaga ketertiban umum bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum di lingkungannya. (*)