Beranda Regional Sawah Kekeringan, Petani Jayamulya Ngeluh

Sawah Kekeringan, Petani Jayamulya Ngeluh

CIBUAYA, TVBERITA.CO.ID- Puluhan hektare sawah petani Dusun Pulo 1 dan Cikueuk, Desa Jayamulya, Kecamatan Cibuaya mengalami kekeringan. Pasalnya air dari saluran irigasi sekunder yang dibutuhkan tidak sampai ke pesawahan warga.

Menurut Sekdes Jayamulya, Carwadi, sedikitnya 50 hektare sawah petani di Dusun Pulo 1 dan Cikueuk, dari total 425 hektare sawah di desanya, saat ini tidak bisa ditanami padi dan telat tanam. 

Hal tersebut diakibatkan adanya penyempitan dan pendangkalan saluran irigasi pembawa, yang mengakibatkan tidak sampainya air ke pesawahan warga.

“Sudah 3 bulan dari musim panen, sawah petani saat ini kering. Padahal sebagian sawah sudah di traktor dan sebagian lainnya sudah ditanami padi,” ungkap Carwadi, Minggu (14/10).

Adanya pendangkalan dan penyempitan saluran pembawa air, penyebab tidak sampainya air ke pesawahan warga juga diperparah oleh minimnya debit air dari saluran sekunder.
Hal tersebut diakibatkan adanya perubahan waktu tanam petani di wilayah Jayakerta. Mereka seharusnya tanam pada bulan Juni, sesuai golongan 3 malah tanam bersamaan dengan petani di wilayahnya yang termasuk golongan 5, sehingga air berkurang ke wilayahnya.

“Meskipun minim debit airnya, jika dilakukan pengadukan atau normalisasi saluran pembawa air, mungkin air bisa sampai ke pesawahan warga,” imbuhnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan yang melanda petani setempat. Namun lambatnya penanganan untuk normalisasi mengakibatkan petani saat ini menderita kerugian besar, akibat berkali-kali melakukan pembibitan tetapi tidak kunjung tanam. Pihaknya mendesak agar Dinas Pertanian bersama Dinas PUPR segera melakukan langkah cepat melakukan normalisasi saluran pembawa sepanjang 3 km untuk mengantisipasi kekeringan tersebut.

“Sudah waktunya dilakukan normalisasi pak, karena sudah lebih dari 5 tahun saluran pembawa ini tidak dilakukan pengerukan,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika tidak segera dilakukan normalisasi, selain kekeringan tersebut tidak dapat ditanggulangi saat ini. Juga jika musim penghujan datang sawah warga malah terancam terendam banjir, akibat salurannya mengalami pendangkalan.

“Normalisasi secepatnya harus dilakukan, karena selain bisa mengatasi kekeringan juga nanti di musim hujan juga mengurangi dampak banjir yang rutin menimpa petani disini,” tambahnya.

Menurut salah seorang petani yang mempunyai sawah garapan dilanda kekeringan di lingkungan Desa Jayamulya, Kecamatan Cibuaya, Soleh (48), mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa kepada Dinas Instansi terkait, instansi terkait sepertinya kurang peduli terhadap para petani wilayah Pakisjaya.

“Pada saat ini para petani sangat membutuhkan penangulangan dari Instansi terkait terutama Dinas Pertanian Karawang, karena akibat tidak ada pasokan air untuk mengairi sawah yang telah ditanami padi, sehingga para petani alami gagal panen dan harus menanggung kerugian lebih besar,” keluhnya, Minggu (14/10).

Selain itu, Soleh, mengharapkan kepada Pemerintah agar segera ambil tindakan secepatnya untuk penyelamatan terhadap para petani di lingkungan Pakisjaya, pesawahannya yang dilanda kekeringan agar bebannya dapat teringankan.

“Ya mau gimana lagi pak, sawah kami kering dan tanamannya juga mati, mau tidak mau kami harus menanggung kerugian ini,” pungkasnya.(yay/ris)