
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar pawai obor untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram pada Senin, (15/6) malam.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diawali dengan tausiah, santunan kepada anak yatim piatu, doa akhir dan awal tahun, serta salat berjamaah sebelum peserta melakukan pawai mengelilingi sejumlah ruas jalan utama di Kota Karawang.
Pawai obor dilepas langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Sejak sore hari, lokasi kegiatan dipadati peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, instansi vertikal, hingga organisasi kemasyarakatan yang membawa obor sebagai simbol semangat menyambut tahun baru Hijriah.
Baca juga: Pejabat Eselon III Tewas di Kediamannya, Sejumlah Luka Ditemukan, Siapa Pelakunya?
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan spiritualitas masyarakat.
“Ya, tentunya tadi rangkaian untuk 1 Muharram sudah kita laksanakan. Dari mulai pertama kita kebersamaan tentunya. Tadi kita berdoa di akhir tahun. Setelah itu baru kita lanjut dengan salat berjamaah Magrib. Dan alhamdulillah setelah itu kita berdoa di awal tahun di 1 Muharram,” ujar Aep.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui selama setahun terakhir.
Aep menilai antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Selain diikuti oleh seluruh kepala OPD dan perwakilan kecamatan, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai instansi vertikal dan organisasi keagamaan di Kabupaten Karawang.
“Nah, rangkaian tentunya alhamdulillah, ini kita juga melaksanakan pawai. Pawai yang biasa kita laksanakan itu alhamdulillah seluruh kepala OPD termasuk juga kecamatan, termasuk juga instansi vertikal tadi ada BKMM, termasuk juga Kemenag gitu kan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Aep menegaskan bahwa tradisi peringatan hari besar keagamaan seperti pawai obor harus terus dipertahankan setiap tahun. Menurutnya, Karawang memiliki identitas yang tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan lumbung padi nasional, tetapi juga memiliki kekuatan budaya religius yang tumbuh dari keberadaan pesantren dan masyarakat yang majemuk.








