Beranda Regional Sesuai Arahan, Pemkot Bekasi Perpanjang PPKM Sampai 16 Agustus 2021

Sesuai Arahan, Pemkot Bekasi Perpanjang PPKM Sampai 16 Agustus 2021

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memperpanjang masa PPKM Level 4 di Kota Bekasi mulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2021, sesuai dengan Surat Edaran Nomor : 443.1/1138/SET.COVID-19 Tentang Peranjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Kota Bekasi.

Menindaklanjuti lnstruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, perlu dilakukan pengetatan pada aktivitas masyarakat, sebagai berikut,

Pelaksanaan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bekasi dalam upaya penanganan dan pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) di Kota Bekasi, dilakukan mulai tanggal 10 Agustus 2021 sampai dengan 16 Agustus 2021, dengan ketentuan.

“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar disatuan pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh.Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH). Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial ,”kata Kabag Humas Setda Pemerintah Kota Bekasi ,Sajekti Rubiah.

Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25% maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat. kritikal seperti: Kesehatan dapat beroperasi 100% ,staf tanpa ada pengecualian, Keamanan dan ketertiban dapat beroperasi 100% staf tanpa ada pengecualian;

“penanganan bencana dapat beroperasi 100% maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi,konstruksi, pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25 % Staff WFO,”jelasnya.

Energi dapat beroperasi 100% maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% WFO. logistik, transportasi dan distribusi lerutama untuk kebutuhan pokok masyarakat dapat beroperasi 100% maksimal stat hanya pada fasilitas produksi, konstruksi, pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% WFO,

“makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak, hewan peliharaan dapat beroperasi 100% maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi, konstruksi,pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% WFO,”jelansya.

Pupuk dan petrokimia dapat beroperasi 100% (seratus persen) maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksypelayanan kepada masyarakal dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% (dua puluh lima persen) WFO,

“pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional mulai pukul 06.00 – 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen) dengan protokol kesehatan yang ketat. khusus untuk kegiatan pasar rakyat sepertitoko pakaian, toko sepatu, toko emas dan lainnya dibatasi sampai dengan pukul 15.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen) dengan protokol kesehatan yang ketat,”bebernya.

Bagi pedagang kaki lima di Pasar Baru Bekasi, Kranji Baru, Bantargebang dan Kranggan dapat beroperasi mulai pukul 21.00 sampai dengan 05.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50% dengan protokol kesehatan yang ketat;

“untuk supermarket, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai Pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50% ,”tuturnya (ais).

Artikel sebelumnyaWalkot Bekasi; Pemangku Jabatan Baru Jangan Rusak Kepercayaan
Artikel selanjutnyaHMI Korkom UPI Sukses Gelar LK II & LKSG Nasional Secara Virtual Pertama di Indonesia