Beranda Headline Sidak Oil Spil, DPRD: Pertamina Jangan Abai Soal Dampak Lingkungan dan Sosial 

Sidak Oil Spil, DPRD: Pertamina Jangan Abai Soal Dampak Lingkungan dan Sosial 

Kembalinya limbah minyak akibat kebocoran pipa Pertamina PHE ONWJ, ikut menyita perhatian Anggota DPRD Karawang. Rombongan Komisi 3 melakukan inpeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi pesisir terdampak di Pasirputih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon dan Ciparagejaya Kecamatan Tempuran, Jumat siang (23/4).

Selain melihat langsung dampak ekonomi terhadap para nelayan, para anggota legislatif ini juga soroti keseriusan penanganan teknis dan non teknis dari pihak Pertamina terhadap alam, biota laut dan ekonomi nelayan.

Kepada tvberita.co.id, anggota DPRD Komisi 3 Karawang, H Mahpudin mengatakan, pihak pertamina harus sigap menangani fenomena kebocoran limbah minyak yang terulang kembali di fase ke tiga ini.

“Sebab ini sangat berpengaruh besar terhadap pencemaran sehingga dampak yamg paling terasa ketika ada Oil Spil dilautan akibat dari Kebocoran itu, tiada lain adalah para nelayan sekitar,” tandasnya.

Saat ini, sambung Dewan yang akrab disapa haji Evenk ini, dengan adanya Oil Spil, jelas mengganggu bukan saja terhadap pencemaran lingkungan laut dan pesisir, tetapi juga terhadap penghasilan para Nelayan. “Saya ingatkan, bahwa nelayan itu sepenuhnya mengandalkan ekonomi dari laut. Cacatan juga untuk Pertamina agar betul-betul memperhatikan lingkungan karna ketika hal yang tidak diinginkan terjadi, itu bukan hanya kaitan dengan alam tapi juga terhadap ekonomi Para Nelayan,” katanya.

Dewan Fraksi Demokrat ini menambahkan, pihak Pertamina yang menangani masalah jangan sampai menimbulkan masalah baru di lapangan.

“Misalnya pasir di pesisir pantai yang terkontaminasi Oil Spil, harus dipikirkan evakuasi pengangkutan, sterilisasi sampai penggantian dampak lingkungan dan sosialnya.”

“Intinya Pertamina dalam hal ini ketika ada permasalahan harus betul-betul memperhatikan para nelayan, masyarakat pesisir dan seluruh dampak lingkungan hingga sosialnya,” tandas Evenk.

Bersama Komisi 3 juga, tambahnya, ia mengingatkan terhadap Pertamina agar pekerjaan yang sedang dan sudah dilakukan, dimohon agar tidak mengganggu terhadap aktivitas nelayan ketika mengoprasikan Kapal dan jaringnya di tengah laut.

“Setidaknya ada sejenis tanda/rambu-rambu agar para nelayan bisa mengetahui ketika sedang di tengah laut, sebab jaring yang rusak akibat oil spil ini sulit dibersihkan, bahkan ikan yang terangkat juga terancam berlumur minyak,” jelasnya.

“Apapun yang dikerjakan PHE ONWJ saat ini, jangan sampai jangan sampai mengganggu aktivitas nelayan. Saya minta segala sesuatunya di koordinasikan dan di musyawarahkan bersama sikapi dampak kebocoran di laut ini,” pungkas Evenk. (kie)