Beranda Regional Sinergi Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan di Era New Normal

Sinergi Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan di Era New Normal

Desa Citarik secara administratif berada di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Jumlah keseluruhan di Desa Kecamatan Tirtamulya adalah 10 Desa, Desa Citarik memiliki 19 RT dengan 6 RW. Secara geografis Desa Citarik memiliki luas wilayah 220 hektar dengan titik Koordinat Bujur : 107.450661 dan Koordinat Lintang : -6.334365. topografi wilayahnya sebagian besar merupakan daerah persawahan dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan wirausaha.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu serta daerah tertentu di Indonesia. Selain pengabdian kepada masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga merupakan salah satu matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester akhir untuk selanjutnya berlanjut ke skripsi. Kuliah Kerja Nyata (KKN) sendiri mempersatukan seluruh mahasiswa dari berbeda jurusan dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan dalam waktu sebulan penuh yang mengharuskan mahasiswa harus menetap desa KKN-nya.

Melihat kondisi sekarang sedang wabah pandemi covid-19 yang semakin meningkat tinggi dalam perhari, serta dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan oleh pemerintah. Kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melukan aktivitas dengan pembatasan dan mentaati seluruh prokes yang telah ditetapkan. Kelompok kuliah KKN kami terdiri dari 17 orang, dengan jumlah laki-laki 11 orang, dan perempuan 6 orang.

Kegiatan KKN di Desa Citarik

Kepala Desa Citarik, Bapak Ahmad Wijaya, S.H sangat menerima kami mahasiswa untuk melakukan KKN di Desa Citarik “ saya mewakili seluruh masyarakat Desa Citarik sangat senang dan menerima teman-teman mahasiswa KKN, melihat kondisi sekarang sedang ada wabah pandemi covid-19” tuturnya. Beliau juga sangat mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya telah membantu dan memberikan inspirasi untuk Desa Citarik. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan selama sebulan penuh. Ibu Apt. Himyatul Hidayah, S.Si., M.Farm selaku dosen pembimbing lapangan mengarahkan dan memantau semua kegiatan yang dilakukan oleh kami selama KKN berlangsung. Adapun kegiatan yang kami lakukan sebagai berikut:

Melengkapi Profil Desa

Memperbaharui data PRODESKEL (Profil Desa dan Kelurahan) dengan data terbaru, sesuai dengan data yang ada pada catatan kepala desa. Yang dapat diperbaharui dengan laman http://prodeskel.binapemdes.kemendagri.go.id/ yang dikoordinasikan dengan aparat desa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Desa Citarik merupakan desa yang kami pilih untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kami bekerja sama dengan aparat desa membantu untuk melengkapi data terbaru dengan bimbingan Pak Andi, selaku bagian input data desa kedalam laman. Kami membagi tim untuk melakukan input data, dengan membatasi 2 (dua) orang kedesa dan mentaati prokes yang diberlakukan oleh pemerintah. Pak Andi sangat senang adanya bantuan dari kami, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) “Saya sangat bersyukur, atas bantuan dari temen-temen dalam melakukan kelengkapan data”tutur Pak Andi. Kami melakukan kelengkapan data dalam waktu 3 hari, 2 hari input dan 1 hari melakukan pengecekan ulang.

Keripik Pisang Desa Citarik (Kepirik)

Keripik pisang merupakan makanan ringan yang berbahan pisang dan memiliki berbagai jenis rasa, seperti balado, original, jangung, keju, dan coklat. Kuliner ini banyak ditemukan didaeran Jawa Barat khususnya Karawang, Desa citarik memiliki UMKM keripik pisang yang cukup banyak, salah satunya Kepirik.

Keripik pisang awal berdiri tahun 2010 yang dirintis oleh Bu Nyai sampai sekarang. Usaha yang dirintis Bu Nyai mengalami beberapa kendala seperti, menurunnya produksi dan pemasaran serta kemasan yang kurang menarik. Ini lah yang menjadi tantangan bagi kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkeinginan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi UMKM di Desa Citarik. Kami memberikan label kemasan dan membantu dalam melakukan pemasaran melalui media sosial, serta memperkenalkan keripik pisang dikalangan masyarakat luas.

Reboisasi

Reboisasi merupakan penanaman tanah yang gundul atau tandus, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makhluk hidup dengan meningkatkan sumber daya alam, mencegah banjir, menjaga kesuburan tanah, menjaga struktur tanah, mengurangi efek polusi udara dan pemanasan global.

Reboisasi juga merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami, dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan alam dari sampah maupun penebangan liar. Kami bekerja sama dengan pihak Perhutani (Pak Oke), untuk melakukan reboisasi di Desa Citarik. Melihat antusias dan serta niat menjaga alam yang membara, pihak perhutani memberikan 500 bibit yang terdiri dari 100 bibit durian, 100 bibit salam, 100 bibit rambutan, 100 bibit jati putih, dan 100 bibit akasia.

Reboisasi dilaksanakan pada hari Senin, 26 Juli 2021 dimulai pengambilan bibit ke perhutani menuju Desa Citarik. 500 bibit ini kami serahkan kepada aparat desa untuk disebarkan tanah yang tandus. Kami juga melakukan penanaman secara simbolis yang dilakukan oleh perwakilan dari mahasiswa KKN dan aparat Desa Citarik. Dalam melakukan kegiatan ini kami sangat menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, tidak berkerumun, dan mencuci tangan.

Jaipongan Uta Jaya Group

Tari jaipong merupakan kesenian tradisional Jawa Barat yang berasal dari kabupaten Karawang. Tari jaipong diciptakan oleh seniman asal Karawang dan Bandung yakni Gugum Gumbira dan H. Suanda sekitar tahun 1975. Berbeda dengan tari tradisional lain, Tari Jaipong memiliki ciri khas terutama pada tari jaipong gaya kaleran yakni keceriaan, erotisme, humanism, semangat, spontanitas dan kesederhanaannya.

Tari jaipong juga menjadi sarana hiburan untuk masyarakat karawang dan mendapat apresiasi yang cukup besar dari segenap masyarakat Karawang dan menjadi fenomena baru dalam ruang seni budaya Karawang, khususnya seni pertunjukan hiburan rakyat. Salah satunya Jaipongan Uta Jaya Group di Desa Citarik, berdiri secara turun temurun dari tahun 2002 yang beranggotakan keluarga sendiri. Semenjak wabah pandemi covid-19 Jaipongan Uta Jaya Group mengalami penurunan dalam hal finansial.

Melihat kondisi papan nama Jaipongan Uta Jaya, kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan kenang-kenangan berupa papan nama baru untuk meangganti papan nama yang telah rusak. Pemberian papan nama ini dilakukan pada Rabu, 28 Juli 2021.

Jamur Merang

Jamur merang atau kulat jumpung dalam bahasa Aceh merupakan salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis.

Jamur merang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, dalam 100 gr jamur segar terkandung sekitar 3,2 gr protein, jumlah ini akan bertambah menjadi 16 gr jika jamur berada dalam keadaan kering. Selain itu, jamur juga memiliki kandungan kalsium dan fosfor cukup tinggi 51 mg dan 223 mg, dan mengandung 105 kj kalori, dengan kandungan lemak rendah 0,9 gr. Abah Aming merupakan salah satu pengusaha jamur merang yang didanai oleh pemerintah. Setiap panen, jamus merang ini langsung habis dibawa oleh tengkulah untuk diperjual belikan kedalam pasar. Kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) membantu dalam melakukan pemasaran agar jamur merang ini lebih terkenal oleh masyarakat luas.

Bantuan Sosial

Bantuan sosial merupakan pemberian bantuan yang sifatnya tidak secara terus menerus dan selektif dalam bentuk uang atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan sosial juga merupakan salah satu program kerja, yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Citarik. Kami bekerja sama dengan pihak Bank BRI cabang Cikampek untuk melakukan kegiatan bantuan sosial, dengan mengajukan proposal kepada pihak Bank BRI, yang telah disetujui oleh pembimbing lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Bantuan sosial ini sangat menarik perhatian dari Pak Saran Nugroho selaku pemimpin cabang BRI Cikampek. Pendanaan yang diberikan Bank BRI sebesar Rp. 2.000.000,00. Serta kami juga memberikan penghargaan untuk Bank BRI sebagai ucapan terimakasih dari kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan bertanda tangan ketua kelompok, dosen pembimbing lapangan dan kepala Desa Citarik.

Dana bantuan sosial yang ada langsung kami belanjakan bahan-bahan sembako seperti beras, mie, dan minyak sayur. Kegiatan bantuan sosial ini akan diberikan sebanyak 30 orang yang diutamakan kaum lansia. Dengan 1 orang mendapatkan 4 mie, 5 kg beras, dan 1 minyak 500 ml.

Kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berharap, dengan adanya bantuan ini semoga dapat meringankan biaya hidup kaum lansia Desa Citarik dimasa wabah pandemi covid-19.

Artikel sebelumnyaPansus Petrogas DPRD Karawang Gelar Rapat Perdana
Artikel selanjutnyaHilman Hidayat Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PWI Jabar