
KARAWANG – Inovasi pengelolaan sampah kembali lahir dari dunia pendidikan. Kali ini, Heri Sugiri bersama siswa SMK PGRI Telagasari, Karawang menciptakan mesin pengupas label gelas air mineral yang mampu meningkatkan nilai jual limbah plastik.
Heri menjelaskan, ide pembuatan mesin tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekolah. Selama ini, gelas air mineral bekas kerap langsung dibuang atau dijual tanpa proses pemilahan dan pembersihan.
“Kalau masih ada label, harganya sekitar Rp2.500. Tapi setelah dibersihkan dan labelnya dilepas, bisa naik jadi Rp4.000,” ujar Heri saat ditemui di sela kegiatan pameran inovasi Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2027 pada Kamis, (9/4/2026).
Baca juga: Mobil Hybrid SMK PGRI Telagasari ‘Test Drive’ di Musrenbang Karawang, Bupati Aep Bangga
Mesin yang dikembangkan terdiri dari dua bagian utama, yakni alat pemutar gelas dan alat pengupas label. Proses pembuatannya melibatkan kolaborasi lintas jurusan, mulai dari teknik mesin, otomotif, pengelasan, hingga komputer.
“Ini memang kita desain sebagai alat praktik siswa. Ada yang mengerjakan bagian bubut, pengelasan, sampai pemotongan menggunakan mesin CNC,” jelasnya.
Pembuatan mesin tersebut memakan waktu sekitar satu bulan. Meski tergolong singkat, Heri mengakui prosesnya tidak lepas dari berbagai kendala teknis yang harus diselesaikan bersama siswa.
Baca juga: Gagal Beraksi, Penjambret di Karawang Babak Belur Dimassa Usai Ngumpet di Rawa
Tak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, alat ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa dalam memilah sampah. Heri mendorong siswa untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, kemudian mengumpulkan plastik untuk dibersihkan dan dijual melalui bank sampah.
“Sayang kalau langsung dibuang. Kita ajarkan anak-anak untuk memilah, membersihkan, lalu punya nilai ekonomi,” katanya.













