Beranda Headline Siswi Korban Pencabulan Guru PPPK di Cibuaya Karawang Rupanya Sudah Dipacari Diam-diam 

Siswi Korban Pencabulan Guru PPPK di Cibuaya Karawang Rupanya Sudah Dipacari Diam-diam 

Siswi korban guru di karawang
Kepala UPTD PPA Karawang, Karina Nur Regina.

KARAWANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Karawang mengungkap hasil monitoring terbaru terkait siswi SMA berinisial AS (17) yang diduga menjadi korban pencabulan oknum guru  berinisial KN.

Kepala UPTD PPA Karawang, Karina Nur Regina, mengatakan pihaknya telah menemui korban secara langsung bersama tim untuk memastikan kondisi serta menghimpun keterangan.

“Tim kami sudah bertemu korban didampingi keluarga. Dari hasil monitoring, diketahui hubungan antara korban dan terduga pelaku berlangsung cukup lama, sekitar satu tahun lima bulan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja pada Rabu, (15/4).

Baca juga: Duh, Akreditasi 11 RS di Karawang Menurun, Diberi Waktu Berbenah 3 Bulan

Karina menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah. Selama ini, hubungan antara korban dan pelaku tidak diketahui oleh pihak keluarga karena dilakukan secara tertutup.

“Orang tua tidak mengetahui karena hubungan itu dilakukan diam-diam. Kasus ini baru terungkap setelah adanya kecurigaan dari pihak keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, korban mulai terbuka menceritakan kejadian yang dialami setelah pihak keluarga melakukan penelusuran lebih lanjut. Dari situlah seluruh peristiwa terungkap.

Baca juga: Seleksi S2 Unsika Gelombang II Diikuti 35 Peserta, Magister Manajemen Paling Diminati

Terkait penanganan, Karina menyebut hingga saat ini pihak keluarga belum bersedia membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Meski demikian, UPTD PPA tetap melakukan pendampingan serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Untuk saat ini keluarga belum ingin melapor, namun kami tetap melakukan pendampingan dan koordinasi dengan instansi terkait,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mendapatkan informasi awal bahwa sekolah telah mengambil langkah terhadap oknum guru yang bersangkutan, meskipun rincian sanksi masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.