Beranda Karawang SPMB SMKN 1 Karawang Dibuka, 11 Jurusan Bakal Cetak Lulusan Siap Kerja

SPMB SMKN 1 Karawang Dibuka, 11 Jurusan Bakal Cetak Lulusan Siap Kerja

Spmb smkn 1 karawang
Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMKN 1 Karawang menjadi salah satu yang paling diminati oleh lulusan SMP, terutama karena sekolah ini memiliki 11 jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

KARAWANG – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMKN 1 Karawang menjadi salah satu yang paling diminati oleh lulusan SMP, terutama karena sekolah ini memiliki 11 jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Karawang.

Terletak di Jalan Pangkal Perjuangan, sekolah ini terus menarik minat siswa yang ingin siap kerja sejak lulus.

“Syarat pendaftaran sesuai jalur. Untuk jalur prestasi, tentu saja harus menyertakan nilai rapor, KTP, Kartu Keluarga (KK), dan sertifikat prestasi yang nantinya akan divalidasi melalui KONI atau KONIDA. Jika berasal dari kementerian, bisa melalui jalur kementerian,” jelas Alya, Wakil Kepala SMKN 1 Karawang bidang Kesiswaan, Selasa (24/6).

Baca juga: Heran Anak Tak Lolos Jalur Zonasi, Orang Tua Ramai-ramai Geruduk SMAN 2 Telukjambe Karawang 

Untuk calon siswa yang pernah menjadi Ketua OSIS, wajib menyertakan surat keterangan resmi dari sekolah asal. Menurut Alya, sistem penerimaan di SMK tidak menggunakan sistem zonasi seperti SMA, melainkan berdasarkan domisili terdekat.

“Semua jalur dibuka seperti biasanya, tapi untuk SMK kami prioritaskan berdasarkan domisili terdekat,” tambahnya.

Tahun ini, SMKN 1 Karawang membuka 24 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung sebanyak 864 siswa.

Pendaftaran dibuka mulai 24 Juni hingga 1 Juli 2025 untuk gelombang kedua. Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online dan wajib melakukan verifikasi setelahnya.

Baca juga: Janji Seribu Rumah Panggung Dedi Mulyadi di Karawang Cuma Terealisasi 35 Unit, Warga Kecewa

Salah satu perbedaan dengan SMA adalah adanya tes tinggi badan. Menurut Alya, hal ini bukan untuk mendiskriminasi, melainkan agar tinggi badan siswa tidak menjadi kendala saat praktik di lapangan.

“Diharapkan tinggi siswa tidak di bawah 150 cm agar tidak menyulitkan saat praktik dengan mesin. Jika tinggi tidak ideal, ditakutkan bisa mengganggu pembelajaran,” jelasnya.